Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 07:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar uang New York, menguat ke level tertinggi dalam enam pekan pada perdagangan Kamis 15 Januari 2025 waktu setempat, setelah data terbaru menunjukkan penurunan tak terduga klaim tunjangan pengangguran. 

Data ini memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal pengangguran turun 9.000 menjadi 198.000 pada pekan yang berakhir 10 Januari. Angka tersebut jauh di bawah perkiraan analis yang memperkirakan 215.000 klaim.


Analis DRW Trading, Lou Brien, mengatakan data ini berada di batas bawah kisaran normal dan mendorong pelaku pasar mengalihkan posisi ke dolar. 

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa metode perhitungan ketenagakerjaan AS berpotensi melebih-lebihkan kekuatan pasar kerja, sehingga revisi data tahunan bisa menunjukkan kondisi yang lebih lemah.

Seiring membaiknya data tenaga kerja dan pernyataan pejabat bank sentral, ekspektasi penurunan suku bunga Fed bergeser ke Juni. Laporan ketenagakerjaan Desember juga menunjukkan tingkat pengangguran turun ke 4,4 persen, lebih baik dari perkiraan.

Sejumlah pejabat The Fed menegaskan fokus masih pada pengendalian inflasi. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menyebut pasar tenaga kerja cukup stabil, sementara Presiden Fed Kansas City Jeff Schmid menilai inflasi masih terlalu tinggi. 

Presiden Fed San Francisco Mary Daly menyatakan data ekonomi menjanjikan, meski risiko tetap ada.

Di pasar valuta asing, Indeks Dolar (DXY) naik 0,24 persen ke 99,31 dan sempat menyentuh 99,49, tertinggi sejak awal Desember. Euro melemah ke 1,1613 Dolar AS, mendekati level terendah dalam sebulan.

Sentimen risiko global turut membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak berencana memecat Ketua The Fed Jerome Powell dan memilih pendekatan hati-hati terhadap sejumlah isu geopolitik.

Sementara itu, Yen Jepang melemah di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi kebijakan fiskal agresif Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang dikabarkan akan menggelar pemilu dadakan.

Analis TD Securities menilai kemenangan besar partai berkuasa bisa mendorong USD/JPY menembus level 162, sementara kegagalan meraih mayoritas berpotensi menahan pelemahan Yen.

Yen terakhir melemah tipis ke 158,48 per Dolar, masih dekat level terendah 18 bulan, dengan pasar tetap mewaspadai kemungkinan intervensi otoritas Jepang.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya