Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas bergerak turun dari level rekornya karena tertekan oleh penguatan mata uang Dolar AS. Hal ini dipicu oleh data tenaga kerja Amerika yang ternyata lebih baik dari perkiraan, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor global.

Selain faktor ekonomi, penurunan harga juga dipengaruhi oleh meredanya ketegangan politik. Sikap Presiden Donald Trump yang mulai melunak terhadap situasi di Iran membuat investor merasa kondisi lebih aman, sehingga mereka mulai beralih dari aset "aman" seperti emas. 

Di sisi lain, pasar juga tengah memantau kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang diperkirakan masih akan bertahan dalam waktu dekat.


Dikutip dari Reuters, emas spot turun 0,1 persen menjadi 4.614,93 Dolar AS per ons pada perdagangan Kamis 16 Januari 2026 Waktu setempat atau Jumat dini hari WIB, setelah menyentuh rekor tertinggi di 4.642,72 Dolar AS per ons pada sesi sebelumnya. 

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari ditutup melemah 0,3 persen ke posisi 4.623,70 Dolar AS per ons.

Meskipun saat ini harga sedang terkoreksi, para analis melihat pelemahan ini sebagai peluang bagi pelaku pasar untuk membeli kembali, mengingat emas tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi jangka panjang.

Perak spot turun 0,3 persen menjadi 92,50 Dolar AS per ons setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 93,57 Dolar AS per ons.

Harga platinum spot melemah 0,8 persen ke posisi 2.404,18 Dolar AS per ons, sedangkan paladium relatif stabil di 1.826,32 Dolar AS per ons.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya