Berita

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi. (Foto: YouTube Akbar Faizal Uncensored)

Publika

Omong Kosong Jokowi Tak Tahu Kasus Kuota Haji

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 04:15 WIB

ISLAH BAHRAWI alias Cak Islah mengamuk di podcast Akbar Faizal Uncensored terkait pentersangkaan Yaqut Cholil Qoumas. Mantan Menteri Agama ini ditersangkakan dalam kasus kuota haji 2024. 

Cak Islah marah, sedih, mau menangis, Gus Yaqut --teman baiknya-- dikriminalisasi KPK. Cak Islah tegas sekali menyebutkan nama Joko Widodo atau Jokowi.

Jokowi tak bisa lepas tangan. Ia harus bicara. Ia tahu dari awal masalah kuota haji ini diberikan Pemerintahan Arab Saudi. 


Omong kosong saja, kalau Jokowi tak tahu apa-apa masalah kuota haji ini. Hanya tipuan kelas tinggi saja, kalau Jokowi tak tahu apa-apa kasus ini. Itu di antara celotehan Cak Islah di hadapan Akbar Faizal.

Bahkan, Cak Islah berani mengatakan bahwa Jokowi lah yang melarang Gus Yaqut agar tak menghadiri rapat Pansus Haji di DPR. 

Gus Yaqut malah ditugaskan ke Prancis, menghadiri acara yang seharusnya dihadiri Menhan Prabowo Subianto.

"Acara Menteri Pertahanan dihadiri Menteri Agama," tanya Cak Islah.

Acara tiga hari, tapi Gus Yaqut berada di Prancis selama 24 hari. Gus Yaqut seperti layang-layang putus. Selama 24 hari tak hanya Prancis, seluruh Eropa mungkin bisa dijajaki. 

Ketidakhadiran Gus Yaqut di DPR sangat merugikan dirinya. Bola liar tak sulit dijinakkan. Menghindar berarti takut, takut berarti ada masalah, ada masalah, terlibat.

Cak Islah marah karena orang yang berjubah agama, tapi korup, yang dulu ditentang Gus Yaqut kini balik kepada dirinya. 

Orang yang menentang Islam garis keras di negeri ini, kini menjadi pesakitan. Orang yang menggaungkan Pancasila harga mati, kini dituduh korupsi. Cak Islah meyakini Gus Yaqut tidak korupsi.

Tidak ditemukan aliran dana. Saat rumah Gus Yaqut digeledah KPK, tak satu pun barang-barang Gus Yaqut yang disita. Hanya paspor untuk pencekalan. 

"KPK dianggap bermain pencitraan seperti biasa," kata Cak Islah. 

KPK juga dianggap orang-orang Jokowi, karena semua dilantik di eranya Jokowi. Gus Yaqut hanyalah sasaran antara. Sasaran sebenarnya Gus Yahya. Ups.

Tapi gaya pembelaan Cak Islah ini lazim dilakukan oleh teman-temannya yang sedang ditangkap KPK. 

Ada orang besar di balik semua ini, tebang pilih, kenapa dia tersangka, sementara yang lain tidak; dikriminalisasi, dikorbankan, dan lain sebagainya. 

Pembuktian KPK akan menjawab, bongkar-bongkaran Gus Yaqut juga sedang ditunggu. Benar-benar ada, atau hanya ilusi.

Erizal
Pemilik Akun Komentar Erizal

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya