Berita

Ilustrasi

Politik

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 22:03 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Program Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin 12 Januari 2026 di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, adalah peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. 

Direktur Garuda Institute Irvan Mahmud menilai SRT adalah program ambisius untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrim di Indonesia.

Langkah ini, kata dia, bagian dari perwujudan asta cita ke 4 Presiden Prabowo yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dan dipertegas dalam Instruksi Presiden (Inpres) 8/2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim.


“Dengan memberikan layanan pendidikan yang layak dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kategori miskin: desil satu dan dua, diharapkan masa depan mereka lebih baik,” kata Irvan dalam keterangan tertulis, Kamis 15 Januari 2026.

Irvan menilai sasaran yang ditargetkan Presiden Prabowo hingga 500 titik pada 2029 harus diapresiasi dan didukung.

“Bahkan jumlah ini akan terus bertambah seiring bertambahnya titik SRT. Ini menegaskan negara hadir untuk memberi pelayanan pendidikan yang layak sekaligus membuka lapangan kerja,” katanya.

Irvan melanjutkan bahwa SRT akan memberikan efek domino karena menyerap ribuan tenaga kerja. Saat ini saja sudah merekrut 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan.

Irvan berharap seluruh proses seleksi penerimaan siswa dilakukan secara transparan untuk menghindari intervensi dan praktik suap. 

“Presiden sudah mewanti-wanti jangan sampai ada pihak-pihak yang mencoba mengambil untung dari seleksi siswa SRT baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA,” tandasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya