Berita

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. (Foto: Istimewa)

Politik

PDIP Tak Terpancing Ambisi Kaesang

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 14:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah” tidak direspons secara frontal oleh PDI Perjuangan. 

Selama ini, Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu basis elektoral terkuat PDI Perjuangan. Julukan “kandang banteng” melekat karena dominasi PDIP yang konsisten dalam berbagai pemilu, baik legislatif maupun eksekutif, termasuk kemenangan beruntun dalam pemilihan gubernur dan kuatnya perolehan suara di tingkat kabupaten/kota. 

Posisi ini menjadikan Jawa Tengah bukan sekadar wilayah strategis, tetapi juga simbol kekuatan politik PDIP di tingkat nasional.


Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, sikap PDIP yang cenderung datar dan normatif justru menunjukkan pesan politik tertentu. Respons dari PDIP, khususnya Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, jauh dari ekspektasi publik yang menunggu reaksi keras.

“Setelah Ketua Umum PSI menyampaikan pernyataan itu, Sekjen PDIP Hasto terkesan tidak memberikan respons apa pun yang keras. Sikapnya datar dan normatif,” kata Adi Prayitno lewat kanal Youtube miliknya, dikutip Kamis, 15 Januari 2026.

Alih-alih menanggapi tantangan politik PSI, Hasto justru menekankan bahwa fokus PDIP saat ini adalah pembenahan internal partai serta keterlibatan aktif dalam persoalan kemanusiaan. Terutama, kontribusi PDIP terhadap penanganan situasi bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Adi menilai, sikap tersebut membuat publik yang berharap adanya balasan politik atau serangan agresif dari PDIP terhadap PSI menjadi tidak mendapatkan apa yang mereka tunggu. Menurutnya, PDIP memilih menempatkan pernyataan PSI sebagai tantangan yang tidak terlalu berarti.

“Publik yang berharap Hasto dan PDIP menanggapi secara keras, atau menyampaikan serangan agresif kepada PSI, itu tidak terjadi. Yang muncul hanya jawaban biasa saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adi menegaskan bahwa PDIP memandang pertarungan politik sesungguhnya akan ditentukan oleh rakyat melalui pemilu, sementara agenda elektoral masih cukup panjang.

“Soal pertarungan politik, yang menentukan adalah rakyat. Pemilu juga masih lama, dan saat ini yang paling penting adalah isu kemanusiaan,” katanya.

Sikap PDIP tersebut dapat dibaca sebagai pesan bahwa di tengah situasi bencana, pembicaraan politik elektoral tidaklah produktif dan bukan menjadi prioritas utama.

“Sepertinya Hasto ingin menyampaikan pesan bahwa di tengah bencana, tentu tidak produktif kalau bicara politik elektoral. Lagipula, waktunya juga masih cukup lama,” pungkas Adi.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya