Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 11:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah situasi pasar keuangan dunia yang masih penuh ketidakpastian, Indonesia membawa kabar positif di awal tahun 2026 ini. Laporan terbaru dari Bank Indonesia yang dirilis Kamis 15 Januari 2026 menunjukkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) justru mengalami penyusutan.

Pada November 2025, total utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar 423,8 miliar Dolar AS. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Oktober 2025) yang mencapai 424,9 miliar Dolar AS, artinya ada penurunan sekitar 1,1 miliar Dolar AS.

Secara tahunan, pertumbuhannya pun ikut mengerem. Jika pada Oktober peningkatannya masih di angka 0,5 persen, kini di November hanya tumbuh tipis 0,2 persen. Penurunan ini terjadi baik di kantong pemerintah maupun sektor swasta.


Pemerintah tampak lebih efisien dalam mengelola pinjaman. Posisi utang pemerintah turun menjadi 209,8 miliar Dolar AS. Menariknya, hampir seluruh utang pemerintah (99,99 persen) adalah utang jangka panjang. Ini adalah strategi cerdas agar keuangan negara tidak terbebani tagihan mendadak dalam waktu dekat.

Lalu, dipakai untuk apa saja uang tersebut? Pemerintah memastikan setiap Dolar yang dipinjam kembali ke rakyat dalam bentuk program prioritas, di antaranya:

Sektor Kesehatan dan Sosial (22,2 persen): untuk rumah sakit dan bantuan masyarakat.
Sektor Pertahanan dan Keamanan (19,7 persen): untuk menjaga kedaulatan negara.
Sektor Pendidikan (16,4 persen): untuk mencetak generasi unggul.
Sektor Infrastruktur (11,7 persen: pembangunan konstruksi jalan dan fasilitas umum.
Sektor Transportasi (8,6 persen): untuk memperlancar mobilitas warga.

Bukan hanya pemerintah, sektor swasta pun melakukan hal serupa. Utang swasta turun menjadi 191,2 miliar Dolar AS.

Mayoritas utang ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan di bidang industri pengolahan, jasa keuangan, listrik, gas, serta pertambangan. Keempat sektor ini menjadi tulang punggung yang menyumbang 80,5% dari total utang swasta.

Ada dua indikator utama yang membuat ekonomi kita tetap kokoh:

1. Rasio Terhadap PDB: Beban utang kita terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun menjadi 29,3 persen. Artinya, kemampuan ekonomi nasional untuk menanggung utang tersebut semakin kuat.
2. Dominasi Jangka Panjang:Sekitar 86,1 persen dari total utang Indonesia adalah tenor jangka panjang. Kita tidak sedang "dikejar-kejar penagih" dalam waktu singkat.

Bank Indonesia dan Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga koordinasi. Tujuannya agar utang luar negeri tidak boleh menjadi beban, melainkan harus jadi "bensin" untuk memutar roda pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengguncang stabilitas negara.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya