Berita

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono (Dokumen RMOLJabar)

Hukum

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 11:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Hari ini, Kamis 15 Januari 2026, giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, yang menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Ono Surono diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Selain memimpin partai di tingkat provinsi, Ono saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat. Pemeriksaan Ono di Gedung Merah Putih KPK. 

"Tercatat, yang bersangkutan sudah hadir sejak pukul 08.23 WIB," ujar Budi kepada wartawan di Jakarta.


Selain Ono, kata Budi, KPK juga memanggil tujuh saksi lainnya, yakni:

1. Agung Mulya – Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Pemkab Bekasi
2. Dede Haerul – Kepala Bidang Pembangunan Jalan Pemkab Bekasi
3. Ahmad Fauzi – Kepala Bidang Pembangunan Jembatan Pemkab Bekasi
4. Teni Intania – Kepala Bidang Bina Konstruksi Pemkab Bekasi
5. Agung Jatmika – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sumber Daya Air Pemkab Bekasi
6. Hasri – PPK Pembangunan Jalan Pemkab Bekasi
7. Tulus – PPK Jembatan Pemkab Bekasi

Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari berbagai fraksi, termasuk Aria Dwi Nugraha (Gerindra), Nyumarno (PDIP), dan Iin Farihin (PBB).

Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 18 Desember 2025. Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka utama yaitu Ade Kuswara Kunang (Bupati Bekasi), HM Kunang (Ayah Bupati/Kepala Desa Sukadami), dan Sarjan (Pihak Swasta/Kontraktor).

Setelah menjabat sebagai Bupati, Ade diduga menjalin kesepakatan dengan Sarjan untuk mengatur paket proyek di Pemkab Bekasi. Selama periode Desember 2024 hingga Desember 2025, Ade secara rutin meminta uang "ijon" kepada Sarjan melalui perantara ayahnya, HM Kunang.

Total ijon yang diterima Ade bersama Haji Kunang mencapai Rp9,5 miliar, diserahkan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara. Selain itu, sepanjang 2025, Ade juga diduga menerima penerimaan lain dari sejumlah pihak, totalnya Rp4,7 miliar, sehingga total penerimaan mencapai Rp14,2 miliar.

Dari kegiatan OTT, KPK mengamankan uang tunai sebesar Rp200 juta dari rumah Ade, yang merupakan sisa setoran ijon keempat dari Sarjan kepada Ade melalui para perantara.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya