Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dolar AS Loyo, Rupiah Melemah Lagi

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 10:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS di pasar uang New York ditutup sedikit melemah pada perdagangan Rabu 14 Januari 2026 Waktu setempat. 

Meskipun data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan performa yang solid, indeks Dolar (DXY) terkoreksi tipis sebesar 0,06 persen ke level 99,13.

Indeks Harga Produsen (IHP) AS mengalami kenaikan tipis pada bulan November, dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar (bensin). Sementara, angka penjualan ritel tumbuh melampaui ekspektasi pasar.


Dokumen terbaru dari The Fed mencatat adanya peningkatan aktivitas ekonomi di sebagian besar wilayah Amerika Serikat.

Kondisi ekonomi yang tangguh ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer).

Di sisi lain, mata uang Yen berhasil berbalik menguat. Pemulihan ini didorong oleh pernyataan tegas Menteri Keuangan Jepang yang kembali memperingatkan kemungkinan dilakukannya intervensi pasar. 

Sebelumnya, Yen sempat tertekan oleh dinamika politik domestik, seperti spekulasi pemilu mendadak, serta kekhawatiran terkait pembengkakan belanja pemerintah yang memicu risiko reflasi. Sebagian pelaku pasar menilai bahwa pelemahan Yen yang terjadi sebelumnya sudah dianggap berlebihan (oversold).

Euro (EUR-USD) dan Poundsterling (GBP-USD) menunjukkan pergerakan yang identik, yaitu menguat sangat tipis sebesar 0,02 persen. Euro berada di posisi 1.1646, sementara Poundsterling berada di level 1.3439.

Yuan China (USD-CNY) tercatat berada di level 6.9729, menguat sebesar 0,07 persen.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah pada perdagangan pagi hari ini, Kamis 15 Januari 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah di pasar spot exchange pada pukul 09.40 WIB turun tipis 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp 16.868 per Dolar AS.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya