Berita

Menteri Luar Negeri Sugiono (Tangkpan layar RMOL dari YouTube Kemlu RI)

Politik

Pemerintah RI Pantau Ketat Keamanan WNI di Tengah Gelombang Protes Berdarah Iran

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons situasi di Iran yang kian mencekam menyusul gelombang protes yang dilaporkan telah menelan korban hingga 2.000 jiwa. 

Fokus utama Jakarta saat ini adalah menjamin keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di tengah pusaran konflik tersebut.

Berdasarkan data kementerian, mayoritas WNI di Iran adalah pelajar yang bermukim di kota Qom dan Isfahan. Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan bahwa sejauh ini mereka terpantau dalam kondisi aman. 


"Komunikasi agak sulit ke Iran, tapi dari informasi terakhir yang saya terima... tidak banyak WNI yang terdampak," jelas Sugiono di gedung Kemlu, Jakarta, Rabu 14 Januari 2026. 

Namun, pemerintah tidak ingin lengah. Mengingat laporan jatuhnya ribuan korban jiwa dalam aksi protes tersebut, Menlu meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau situasi di lapangan. 

"Tetapi juga kita harus sampaikan kepada seluruh warga negara Indonesia yang ada di Iran untuk tetap waspada, perhatikan perkembangan situasi," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah menginstruksikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk segera menyusun rencana darurat. Prioritas utamanya adalah memetakan jalur penyelamatan bagi WNI  jika situasi terus memburuk.

"Saya juga sudah menyampaikan kepada dubes kita di Teheran untuk mempersiapkan langkah-langkah jika sewaktu-waktu evakuasi itu perlu dilakukan," tegasnya. 

Meski saat ini pemantauan difokuskan pada pusat-pusat kerusuhan, pemerintah tidak meremehkan wilayah lain yang terlihat tenang. 

Upaya perlindungan ini menjadi sangat krusial mengingat kerusuhan yang dipicu oleh krisis ekonomi ini telah meluas ke berbagai kota dan menantang otoritas pemerintahan yang telah berkuasa sejak 1979.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Thoriqoh itu Fokus ke Allah, Bukan ke Jokowi dan PSI

Selasa, 01 September 2026 | 05:52

Enam Program Prioritas Sektor Kelautan-Perikanan Jamin Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 01 September 2026 | 05:26

IAW Soroti Tersendatnya INA-24: Sampai Kapan Berlindung di Balik Warisan?

Selasa, 01 September 2026 | 04:53

Prabowo Terima KTA NU

Selasa, 01 September 2026 | 04:29

Onduline Siapkan Produk dan SDM Terbaik Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

Selasa, 01 September 2026 | 03:59

Tragedi Kelas Menengah, Terjepit dan Terlupakan

Selasa, 01 September 2026 | 03:47

Sempat 13 Hari Hilang Kontak di Laut, Awak KM El Malika Bersiap Kembali ke Rumah

Selasa, 01 September 2026 | 03:25

TNI Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Penyuluhan

Selasa, 01 September 2026 | 02:55

Usung Konsep "Moving for Longevity", Fervid Pilates Studio Perluas Edukasi Komunitas

Selasa, 01 September 2026 | 02:42

Merawat Konsep Ekonomi-Politik Hatta

Selasa, 01 September 2026 | 02:20

Selengkapnya