Berita

Tersangka pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi, Eggi Sudjana.(Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Eggi Sudjana Diperingatkan Tak Pakai Dalil Agama untuk Membenarkan Langkah Politik

KAMIS, 15 JANUARI 2026 | 06:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tersangka pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu, Rizal Fadillah menyinggung pernyataan Eggi Sudjana yang menganalogikan pertemuannya dengan Joko Widodo alias Jokowi sebagai peristiwa Nabi Musa dan Harun menghadapi Firaun.

Menurut Rizal yang merupakan Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang telah dipecat Eggi Sudjana, analogi tersebut tidak tepat dan berbahaya serta berpotensi menista agama.

“Ini analogi yang keliru dan bisa masuk wilayah penistaan agama. Kisah Musa dan Harun adalah perintah langsung dari Allah dengan misi membebaskan Bani Israil dari penindasan, bukan negosiasi personal atau kepentingan hukum,” kata Rizal dalam perbincangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis 15 Januari 2026.


Rizal menilai penggunaan dalil keagamaan untuk membenarkan langkah politik atau kepentingan pribadi justru mencederai nilai agama itu sendiri.

"Bisa berpotensi menista agama jika didalami," kata Rizal.

Rizal mengingatkan bahwa tafsir yang tidak tepat dapat menyesatkan umat dan memicu konflik.

Diketahui, Eggi Sudjana bersama Damai Hari Lubis menemui Jokowi di Solo. Pertemuan berlangsung di kediaman Jokowi di Gang Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis sore, 8 Januari 2026.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya