Berita

Anggota DPD RI asal Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor. (Foto: YouTube DPD)

Politik

Senator Minta Prabowo dan Bahlil Setop Sawit di Papua

RABU, 14 JANUARI 2026 | 18:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota DPD RI asal Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, melontarkan kritik keras terhadap wacana pengembangan perkebunan sawit di Papua. 

Finsen menegaskan, masyarakat adat Papua menolak kehadiran sawit dan lebih membutuhkan pemenuhan hak dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Pernyataan itu disampaikan Finsen saat melakukan interupsi dalam Rapat Paripurna DPD RI ke-6 Masa Sidang III Tahun Sidang 2015–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.


“Pimpinan, masyarakat adat di Papua itu menolak wacana sawit di Papua. Jadi nanti sampaikan ke Pak Prabowo sama Bahlil (Menteri ESDM) itu setop dengan barang itu, karena orang Papua tidak suka,” tegasnya.

Selain menolak sawit, Finsen juga menyoroti rencana kehadiran batalyon pertanian atau perkebunan di Papua. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak menjawab kebutuhan mendasar masyarakat Papua.

“Orang Papua butuh sekolah dan rumah sakit bukan markas tentara. Itu penting, karena kita di otsus kita yang dibahas dulu itu masalah utama itu pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Finsen menegaskan, isu pendidikan dan kesehatan merupakan substansi utama Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang selama ini terus disuarakan para wakil daerah, termasuk pimpinan DPD.

“Yang bahas itu juga pak wakil Ketua terlibat penuh. Jadi, pasti lebih tahu,” tegasnya.

Menanggapi interupsi tersebut, Ketua DPD Sultan Najamuddin memastikan pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut langsung kepada pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

“Makanya kita sedang mencari jadwal ketemu termasuk dengan Pak Presiden dalam rapat konsultasi menyampaikan hal yang sama,” ujar Sultan.

DPD berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat Papua agar kebijakan pemerintah pusat benar-benar berpihak pada kebutuhan riil rakyat di Tanah Papua.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya