Berita

Ilustrasi pemeriksaan gula darah. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

RABU, 14 JANUARI 2026 | 06:17 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penyakit diabetes melitus masih menjadi ancaman serius kesehatan masyarakat Indonesia karena kerap berkembang tanpa gejala mencolok. 

Kondisi inilah yang membuat penyakit kronis tersebut dikenal sebagai silent killer atau pembunuh senyap.Beli vitamin dan suplemen

Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho mengatakan, banyak penderita diabetes tidak menyadari kondisi kesehatannya hingga muncul komplikasi berat.


“Diabetes sering kali tidak terasa pada fase awal. Penderitanya masih bisa beraktivitas normal, sehingga gejalanya dianggap sepele dan tidak mendorong orang untuk segera memeriksakan diri,” kata Agung dalam keterangannya, dikutip Rabu 14 Januari 2026.

Berdasarkan data nasional, prevalensi diabetes pada penduduk usia 15 tahun ke atas yang diukur melalui pemeriksaan gula darah mencapai hampir 12 persen. 

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus yang terdiagnosis secara medis, menandakan masih besarnya fenomena undetected diabetes di Indonesia.

Agung menilai, kondisi tersebut diperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, di tengah perubahan pola makan dan gaya hidup yang semakin tidak aktif.

“Sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, atau berat badan turun tanpa sebab jelas kerap dianggap hal biasa. Padahal itu bisa menjadi sinyal awal diabetes,” kata Agung.

Menurut Agung, bahaya utama diabetes bukan hanya pada penyakit itu sendiri, melainkan pada keterlambatan deteksi. Ketika kadar gula darah meningkat dalam waktu lama tanpa penanganan, tubuh dapat mengalami gangguan metabolisme serius yang membahayakan organ vital.

“Masalahnya, tubuh bisa terlihat baik-baik saja, padahal secara medis sudah berada dalam kondisi darurat. Inilah yang membuat diabetes sangat berbahaya,” kata Agung.

Rekan Indonesia menekankan bahwa deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan sederhana dan terjangkau, tanpa harus menunggu gejala berat muncul.

“Merasa sehat tidak selalu berarti bebas risiko,” pungkas Agung.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya