Berita

Ilustrasi peluncuran Starlink (Tangkapan layar RMOL dari akun X @Starlink)

Tekno

Dapat Lampu Hijau FCC, SpaceX Siap Luncurkan 7.500 Satelit Starlink Gen2

SENIN, 12 JANUARI 2026 | 14:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas komunikasi Amerika Serikat, Federal Communications Commission (FCC), menyetujui permohonan SpaceX untuk meluncurkan 7.500 satelit Starlink generasi kedua (Gen2) tambahan. 

Dengan persetujuan ini, SpaceX kini diizinkan mengoperasikan total 15.000 satelit Starlink, naik dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. FCC juga mengizinkan SpaceX meningkatkan teknologi satelitnya, beroperasi di lima pita frekuensi, serta mencabut aturan lama yang membatasi tumpang tindih cakupan dan kapasitas jaringan.

Menurut FCC, tambahan satelit ini akan mendukung layanan konektivitas langsung ke ponsel (direct-to-cell) di luar Amerika Serikat, sekaligus memperkuat cakupan di dalam negeri. Teknologi ini diharapkan membuka jalan bagi layanan seluler generasi baru dengan kecepatan internet hingga 1 gigabit per detik.


Ketua FCC, Brendan Carr, menyebut keputusan ini sebagai terobosan besar. “Otorisasi FCC ini adalah pengubah permainan untuk memungkinkan layanan generasi berikutnya,” kata Carr, dikutip dari Reuters, Senin 12 Januari 2026.

“Dengan memberi lampu hijau pada 15.000 satelit baru dan canggih, FCC memungkinkan SpaceX menghadirkan broadband satelit dengan kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya," ujarnya.

Meski demikian, FCC belum menyetujui seluruh rencana SpaceX. Perusahaan milik Elon Musk itu sebelumnya mengajukan izin untuk hampir 30.000 satelit, namun FCC untuk sementara menunda persetujuan sekitar 14.988 satelit lainnya, terutama yang direncanakan beroperasi di orbit lebih dari 600 kilometer.

SpaceX saat ini merupakan operator satelit terbesar di dunia, dengan sekitar 9.400 satelit aktif yang menyediakan layanan internet broadband bagi konsumen, pemerintah, dan perusahaan di berbagai negara.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya