Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Bisnis

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

MINGGU, 11 JANUARI 2026 | 05:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela berpotensi meluas ke kawasan Amerika Latin lainnya serta menimbulkan dampak signifikan terhadap rantai pasok global. 

Menurut CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi, kawasan ini memiliki peran strategis sebagai pemasok energi, pangan, dan mineral dunia, sekaligus menjadi jalur penting perdagangan internasional.

“Salah satu faktor kunci yang membuat dampaknya bersifat global adalah keterkaitan kawasan Amerika Latin dengan Terusan Panama, yang merupakan chokepoint perdagangan dunia. Sekitar 5-6 persen volume perdagangan global melewati terusan ini, yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik,” kata Setijadi dikutip dalam akun Facebook pribadinya, Minggu, 11 Januari 2026.


Lanjut dia, komoditas energi yang melewati Terusan Panama umumnya berasal dari Amerika Serikat, Venezuela, dan kawasan Karibia dengan tujuan utama ke Asia Timur dan Asia Tenggara. 

“Untuk komoditas pangan, jalur ini mengalirkan jagung dan gandum dari Amerika Serikat serta kedelai dan gula dari Brasil dan Argentina ke pasar Asia. Sementara itu, barang manufaktur dalam kontainer umumnya bergerak dari Asia, termasuk Asia Timur dan ASEAN, menuju Pantai Timur Amerika Serikat dan negara-negara Amerika Latin,” jelasnya.

Masih kata Setijadi, jika konflik di Amerika Latin melebar, dampak awal yang paling cepat terasa bukanlah penutupan jalur perdagangan, melainkan peningkatan biaya logistik. 

“Premi asuransi kapal, tarif freight, dan biaya pembiayaan perdagangan cenderung naik lebih dahulu akibat meningkatnya persepsi risiko,” beber dia.

“Bagi Indonesia, dampaknya bersifat tidak langsung namun signifikan, terutama melalui kenaikan harga energi, pangan, dan biaya logistik internasional,” pungkas Setijadi.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya