Berita

Reza Pahlavi berbicara tentang Revolusi Nasional (Tangkapan layar RMOL dari akun X @RezaPahlavi)

Dunia

Serukan Revolusi Nasional, Reza Pahlavi Siap Akhiri Pengasingan dan Kembali ke Iran

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 14:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah bara demonstrasi yang kian memanas di Iran, sebuah suara dari masa lalu kembali bergema. Reza Pahlavi, putra mahkota yang telah menghabiskan lebih dari empat dekade di pengasingan, kini menyerukan sebuah langkah yang lebih berani kepada rakyatnya. Ia tak lagi sekadar meminta massa turun ke jalan, melainkan mendesak mereka untuk merebut jantung-jantung kota.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Iran International pada Sabtu 10 Januari 2026, Pahlavi melihat momentum ini sebagai titik rapuh bagi pemerintah. Ia menyerukan kepada para pekerja di sektor energi dan transportasi - urat nadi ekonomi negara - untuk segera melakukan pemogokan nasional. 

Strateginya jelas, untuk melumpuhkan rezim dari dalam. 


“Memutus jalur keuangan Republik Islam akan melumpuhkan kemampuannya untuk melanjutkan penindasan,” tegas Pahlavi, menekankan bahwa gerakan ini harus masuk ke fase tekanan ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi Reza, perjuangan ini bukan sekadar politik, melainkan upaya menebus sejarah. Lahir di Teheran pada 1960 sebagai pewaris takhta dari Dinasti Pahlavi, hidupnya berubah total pada tahun 1979 ketika Revolusi Islam pecah. 
Ayahnya, Shah Mohammad Reza Pahlavi, digulingkan dan dipaksa melarikan diri, membawa Reza muda ke dalam pengasingan abadi di Amerika Serikat. Sejak saat itu, ia belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di tanah airnya.
Masa pengasingan tersebut pun tidak dilalui dengan mudah. Reza harus menyaksikan keluarganya hancur secara perlahan akibat trauma kehilangan kekuasaan dan tanah air; dua saudaranya, Pangeran Alireza dan Putri Leila, mengakhiri hidup mereka sendiri setelah bertahun-tahun berjuang melawan depresi di negeri orang.

Meski secara fisik ia belum pernah mendekam di balik jeruji besi Iran, Reza Pahlavi adalah "tahanan" dalam konteks hukum Republik Islam. 

Selama puluhan tahun, Teheran telah menjatuhkan vonis mati kepadanya secara in absentia atas tuduhan pengkhianatan dan konspirasi. Pemerintah Iran berulang kali mencoba menggunakan jalur internasional dan Interpol untuk menangkapnya, namun dunia Barat menolak permintaan tersebut karena dianggap sebagai persekusi politik.

Kini, meski ancaman hukuman mati tetap menantinya jika ia berani menginjakkan kaki di Teheran, Pahlavi tampak tidak gentar. Ia mengimbau massa untuk terus menguasai ruang publik setiap malam mulai pukul 18.00 waktu setempat dengan membawa simbol nasional sebagai bentuk perlawanan.

Pahlavi menutup pesannya dengan sebuah janji yang paling berisiko sekaligus paling ia dambakan selama 47 tahun terakhir: ia sedang bersiap untuk kembali. Ia bersumpah akan berdiri berdampingan dengan rakyat dalam apa yang ia yakini sebagai kemenangan “revolusi nasional” yang akan segera tiba.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya