Berita

Suasana terkini protes Iran (Tangkapan layar RMOL dari siaran Al-Jazeera)

Dunia

Trump Isyaratkan Serangan Militer ke Iran untuk Bantu Pendemo

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 13:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali buka suara terkait meluasnya demonstrasi anti-pemerintah di Iran.

Dalam pernyataannya pada Jumat, 9 Januari 2026, Trump kembali mengisyaratkan kemungkinan serangan militer AS, seiring meningkatnya bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan Iran.

“Iran sedang dalam masalah besar. Sepertinya rakyat mulai mengambil alih beberapa kota yang beberapa minggu lalu tidak pernah dibayangkan,” kata Trump, dikutip dari Al-Jazeera, Sabtu 10 Januari 2026.


Pernyataan itu muncul saat beredar luas video protes besar di Iran, sementara pemerintah setempat memutus akses internet nasional untuk membendung gelombang demonstrasi. Trump menegaskan bahwa AS tidak akan tinggal diam jika aparat Iran menindak keras para pengunjuk rasa.

“Jangan mulai menembak. Kalau kalian menembak, kami juga akan menembak," ujar Trump, sebuah ancaman langsung yang menegaskan kemungkinan aksi militer AS bila kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut.

Trump kemudian memperingatkan Teheran bahwa AS dapat memberi bantuan kepada para demonstran. Ia menyebut situasi di Iran sangat berbahaya dan menyatakan kekhawatirannya terhadap keselamatan warga sipil.

“Saya hanya berharap para demonstran di Iran bisa selamat, karena sekarang itu tempat yang sangat berbahaya,” tambahnya.

Kelompok hak asasi manusia mencatat sedikitnya 62 orang tewas sejak protes dimulai pada 28 Desember, termasuk aparat keamanan dan puluhan demonstran. Media pemerintah Iran sendiri menayangkan gambar bentrokan dan kebakaran di sejumlah wilayah.

Ancaman Trump memicu reaksi keras dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Khamenei menyerukan persatuan dan menuding demonstrasi sebagai bagian dari konspirasi asing, terutama AS.

Pemerintah Iran menuding AS dan Israel berada di balik eskalasi protes. Namun Washington membantah tuduhan tersebut. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyebut pernyataan Iran sebagai “delusional” dan upaya mengalihkan perhatian dari krisis internal.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya