Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Panasnya Situasi Iran Bikin Harga Minyak Mendidih

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 12:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia menguat seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global, dipicu memburuknya situasi politik di Iran serta eskalasi konflik Rusia-Ukraina dan negosiasi terkait ekspor minyak Venezuela.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 10 Januari 2026, minyak Brent pada Jumat ditutup naik 1,35 Dolar AS atau 2,18 persen menjadi 63,34 Dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,36 Dolar AS atau 2,35 persen ke level 59,12 Dolar AS per barel. 

Kenaikan ini melanjutkan reli sehari sebelumnya, setelah kedua acuan sempat turun dua hari berturut-turut. Sepanjang pekan ini, Brent menguat sekitar 4 persen dan WTI naik sekitar 3 persen.


Kekhawatiran pasar terutama tertuju pada Iran, produsen minyak utama di Timur Tengah. Gelombang protes yang makin meluas memicu kekhawatiran akan terganggunya produksi minyak negara tersebut.

“Pemberontakan di Iran membuat pasar tetap waspada,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Protes di Iran dilaporkan semakin intens, bahkan pemerintah disebut melakukan pemadaman internet secara nasional. Aksi demonstrasi terjadi di Teheran serta kota-kota besar seperti Mashhad dan Isfahan, dipicu tekanan ekonomi yang berat.

Kecemasan pasokan juga datang dari konflik Rusia-Ukraina. Militer Rusia menyatakan telah meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik ke Ukraina, dengan target infrastruktur energi yang mendukung industri pertahanan negara tersebut. Perkembangan ini menambah risiko gangguan pasokan energi global.

Sementara itu, perhatian pasar juga tertuju ke Amerika Serikat. Gedung Putih dijadwalkan bertemu dengan perusahaan minyak dan pedagang energi untuk membahas skema ekspor minyak Venezuela.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya