Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwwi)

Bisnis

Sepanjang 2025, Pemerintah Prabowo Tarik Utang Baru Rp736,3 Triliun

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 09:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Realisasi penarikan utang baru pemerintah mencapai Rp736,3 triliun sepanjang tahun 2025. Angka tersebut setara 94,9 persen dari target pembiayaan utang sebesar Rp775,9 triliun yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Sampai dengan 31 Desember, pembiayaan utang mencapai Rp736,3 triliun atau 94,9 persen dari target APBN,” kata Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Pembiayaan utang tersebut dilakukan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan penarikan pinjaman. Namun demikian, Kementerian Keuangan tidak merinci realisasi masing-masing instrumen pembiayaan tersebut.


Sementara itu, realisasi pembiayaan non-utang tercatat sebesar Rp7,7 triliun atau minus 4,9 persen dari target APBN. Pembiayaan non-utang ini disebut tidak menambah beban utang pemerintah karena dialokasikan dalam bentuk investasi pada sektor-sektor tertentu.

“Pembiayaan non-utang Rp7,7 triliun yang dampaknya mengurangi 4,9 persen dari target APBN,” ujar Thomas.

Dengan demikian, total realisasi pembiayaan anggaran hingga akhir 2025 mencapai Rp744 triliun atau 120,7 persen dari target yang telah ditetapkan. Pembiayaan tersebut digunakan untuk menutup defisit anggaran, membiayai investasi, serta mendukung pengelolaan kas negara.

Sebagai informasi, APBN 2025 mencatat defisit sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025. Realisasi defisit tersebut melebar dibandingkan target awal APBN 2025 sebesar 2,53 persen, serta proyeksi dalam laporan semester yang berada di level 2,78 persen. Defisit ini juga hampir menyentuh ambang batas maksimal yang ditetapkan undang-undang sebesar 3 persen.

Adapun realisasi pendapatan negara hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN sebesar Rp3.005,1 triliun. Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target Rp3.621,3 triliun.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya