Berita

Ilustrasi penipuan dengan cara scamming. (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

BRI Kasih Tips Aman Pakai Kartu Kredit Tanpa Takut Phishing

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 09:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang menyasar data pribadi dan perbankan, termasuk data kartu kredit.

Corporate Secretary BRI, Dhanny menegaskan, masifnya penggunaan transaksi non-tunai perlu diiringi kesadaran bersama dalam mengantisipasi risiko kejahatan perbankan.

Ia mengurai, modus yang sering terjadi dan harus diwaspadai antara lain phishing, skimming, dan social engineering. Pada praktiknya, pelaku kejahatan bisa memperoleh data pribadi maupun data transaksi keuangan nasabah yang bersifat rahasia.


“Kartu kredit saat ini menjadi solusi transaksi yang praktis dan fleksibel. Namun kemudahan tersebut perlu diimbangi kesadaran nasabah dalam menjaga keamanan data pribadi dan kartu kredit agar terhindar dari risiko penyalahgunaan," tutur Dhanny dalam keterangannya, Kamis, 8 Januari 2026.

Sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan transaksi nasabah, BRI mengingatkan nasabah selalu menjaga kerahasiaan data kartu kredit, serta tidak memberikannya kepada siapa pun, termasuk nomor kartu, tanggal kedaluwarsa (Exp date) dan CVV.

"Kami juga menegaskan bahwa BRI tidak pernah meminta data rahasia, seperti CVV (tiga digit angka di belakang kartu kredit) maupun OTP (kode otentikasi transaksi), melalui telepon, SMS, atau email," jelas Dhanny.

BRI juga secara konsisten memperkuat berbagai lapisan pengamanan. Upaya tersebut mencakup validasi data kartu saat aktivasi, pengiriman notifikasi transaksi ke perangkat mobile atau email nasabah yang terdaftar, penggunaan PIN untuk transaksi pada mesin EDC (Electronic Data Capture) di merchant yang telah mendukung verifikasi PIN, serta penggunaan OTP sebagai autentikasi transaksi online di merchant yang telah menerima fitur 3D Secure.

Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bertransaksi, Kartu Kredit BRI kini telah dilengkapi dengan verifikasi transaksi menggunakan PIN enam digit. PIN tersebut digunakan untuk transaksi pada mesin EDC di merchant yang telah mendukung verifikasi PIN, sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi nasabah.

BRI juga mengimbau nasabah segera menghubungi Contact BRI 1500017 atau aplikasi BRI Credit Card Mobile apabila menerima notifikasi atau transaksi yang tidak pernah dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan pelaporan dan pemblokiran dapat segera dilakukan.

Tips lain untuk menghindari praktik penipuan, nasabah diimbau untuk memperbarui data pribadi melalui Contact BRI atau aplikasi BRI Credit Card Mobile setiap kali melakukan perubahan data pribadi, seperti data finansial, seperti pengkinian data NPWP serta slip gaji atau bukti penghasilan terbaru.

Kemudian data alamat rumah, kantor, dan alamat pengiriman tagihan yang penting untuk pengiriman lembar tagihan kertas serta kartu renewal atau replacement.

Data lain yang penting diperbarui berkala adalah data email untuk mendukung pengiriman e-statement, notifikasi transaksi, dan informasi promo, serta data nomor ponsel.

"BRI pun juga terus berkomitmen memperkuat sistem keamanan sekaligus mengedukasi nasabah agar selalu waspada terhadap berbagai macam modus penipuan, sehingga setiap transaksi dapat dilakukan secara aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” tandas Dhanny.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya