Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Nusantara

Menteri Haji: Pulang dari Saudi, Jamaah Tak Perlu Lagi Seremoni Panjang di Embarkasi

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 11:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah melakukan terobosan baru dalam skema kepulangan jamaah haji guna meningkatkan kenyamanan dan efisiensi waktu. Embarkasi Yogyakarta dipilih sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk penyederhanaan birokrasi, di mana proses seremonial saat kedatangan jamaah akan dipangkas secara signifikan.

Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar jamaah yang baru tiba dari perjalanan panjang di Arab Saudi bisa segera beristirahat dan berkumpul kembali dengan keluarga tanpa harus tertahan lama di asrama haji.

Fokus Layanan di Bandara



Jika selama ini jamaah haji harus menjalani rangkaian acara pelepasan atau penyambutan formal di Asrama Haji setelah mendarat, tahun ini alurnya akan diubah. Semua proses pemeriksaan dokumen dan kesehatan akan diselesaikan langsung di bandara.

"Untuk Embarkasi Jogja, sebetulnya ketika jamaah pulang dari Saudi tidak perlu lagi banyak kegiatan seremonial. Kita fokuskan agar pemeriksaan-pemeriksaan yang diperlukan bisa dilakukan langsung di bandara. Setelah pemeriksaan kesehatan dan administrasi selesai, jamaah bisa langsung kembali ke daerah masing-masing," ujar Menteri Haji.

Menjadi Model untuk Daerah Lain


Langkah ini diambil untuk merespons kebutuhan jamaah akan pelayanan yang lebih taktis dan manusiawi. Kondisi fisik jamaah yang lelah setelah menempuh perjalanan udara belasan jam menjadi pertimbangan utama penghapusan acara-acara formal yang dianggap kurang mendesak.

Pemerintah akan memantau secara ketat efektivitas skema di Yogyakarta ini. Jika terbukti efektif memangkas waktu tunggu jamaah, skema serupa akan diterapkan secara nasional di masa mendatang.

"Jika skema di Embarkasi Jogja ini berhasil, maka akan menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain yang memiliki kebutuhan serupa," tambahnya.

Relaksasi di Daerah Terdampak Bencana


Selain penyederhanaan di embarkasi, Menteri Haji juga memberikan perhatian khusus pada daerah-daerah yang sedang terdampak bencana. Meski ada pemberian relaksasi dalam beberapa prosedur, hasil capaian pemenuhan kuota dan pelunasan di wilayah tersebut tetap menunjukkan tren positif.

Diharapkan dengan adanya efisiensi di embarkasi, beban psikis dan fisik jamaah, terutama yang berasal dari daerah pelosok atau terdampak bencana, dapat berkurang secara drastis saat kembali ke tanah air.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya