Berita

Menteri Haji dan Umroh Irfan Yusuf dalam acara Outlook Penyelenggaran Ibadah Haji 1447H/2026M (Foto: Kemenhaj)

Nusantara

Evaluasi Haji: Pemerintah Pastikan Tidak Ada Lagi Jamaah Tak Layak Medis yang Berangkat

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 10:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah mengambil langkah tegas dalam menyeleksi kondisi kesehatan jamaah haji yang akan berangkat tahun ini. 

Keputusan untuk memperketat standar istitha’ah (kemampuan) kesehatan ini diambil menyusul evaluasi besar-besaran terhadap tingginya angka kematian jamaah Indonesia pada musim haji tahun lalu.

Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa masalah kesehatan ini telah menjadi perhatian serius di tingkat internasional. Tingginya angka kematian jamaah asal Indonesia sempat memicu respons langsung dari otoritas tertinggi Arab Saudi.


"Tahun lalu Indonesia menerima banyak komplain dari Pemerintah Arab Saudi terkait tingginya angka jamaah yang meninggal dunia. Bahkan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) sempat menyampaikan langsung bahwa jamaah Indonesia menyumbang hampir separuh dari total kematian jamaah haji di dunia," ujar Menteri Irfan, dalam acara Outlook Penyelenggaran Ibadah Haji 1447H/2026M.

Teguran tersebut menjadi dasar bagi Kementerian untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Menteri Irfan mengakui bahwa saat ini fokus utamanya selalu tertuju pada kesiapan fisik jamaah Indonesia.

Meski standar kesehatan Indonesia sebenarnya sudah baik, Menteri Haji mengakui adanya celah pada tahun lalu yang membuat implementasi di lapangan tidak berjalan maksimal.

"Bukan berarti standar kita sebelumnya buruk, hanya saja tahun lalu ada kondisi yang menyebabkan standar tersebut tidak diterapkan secara penuh. Akibatnya, masih ada jamaah yang sebenarnya tidak layak secara kesehatan, tetapi tetap lolos berangkat,"  jelasnya.

Salah satu alasan utama pengetatan ini adalah adanya kebijakan baru dari Kerajaan Arab Saudi. Pihak Saudi berencana melakukan pemeriksaan kesehatan secara acak (random check) terhadap jamaah yang baru tiba di bandara. Jika ditemukan jamaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan, mereka akan langsung dipulangkan ke tanah air saat itu juga.

Untuk menghindari trauma dan kerugian bagi jamaah, Pemerintah Indonesia memilih untuk bertindak preventif sejak di dalam negeri.

"Saya tidak ingin hal itu terjadi. Daripada jamaah dipulangkan dari Arab Saudi, lebih baik tidak diberangkatkan sejak awal. Itulah alasan utama mengapa tahun ini istitha’ah kesehatan diperketat," tegas Menteri Irfan.

Hingga saat ini, proses pengetatan kesehatan tersebut dilaporkan berjalan lancar. Berdasarkan laporan dari Direktorat Kesehatan Haji, tidak ditemukan lagi upaya intervensi atau tekanan dari pihak luar untuk meloloskan jamaah yang tidak memenuhi kriteria medis, sebuah masalah yang sempat muncul pada tahun-tahun sebelumnya.

Langkah ini diharapkan dapat menurunkan angka kematian jamaah secara signifikan dan memastikan seluruh tamu Allah dari Indonesia dapat menjalankan ibadah dalam kondisi fisik yang prima.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya