Berita

Ilustrasi sosial media. (Foto: qureta.com)

Politik

Pilkada Ala Orba Ditolak Publik Digital, TikTok dan Instagram Paling Keras

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 10:41 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bukan sekadar perdebatan elite partai politik namun telah hidup dan diperdebatkan secara luas di ruang publik digital.

Kesimpulan demikian setidaknya terekam dalam survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang memotret mayoritas pengguna media sosial menolak skema pilkada gaya Orde Baru (Orba).

"Penolakan paling keras justru datang dari platform dengan interaksi visual dan diskusi publik tinggi. Artinya, isu ini hidup di ruang publik digital, bukan sekadar wacana elit di gedung parlemen," kata Direktur Sigi LSI Denny JA, Ardian Sopa, Rabu, 7 Januari 2026.


Penolakan paling tinggi datang dari pengguna TikTok. Ardian merinci sebanyak 68,3 persen responden di platform berbasis video pendek itu menyatakan tidak setuju pilkada dipilih lewat DPRD.

Di posisi berikutnya, pengguna Instagram juga menunjukkan resistensi kuat. Sebanyak 67,3 persen responden Instagram menolak pilkada melalui DPRD. Pola serupa terlihat di Facebook, dengan tingkat penolakan mencapai 65,6 persen.

Sementara itu, meski relatif lebih rendah, penolakan tetap dominan di platform X (dulu Twitter). Sebanyak 50,0 persen pengguna X menyatakan tidak setuju pilkada tidak langsung.

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia dengan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner pada 10–19 Oktober 2025. 

Dengan margin of error sebesar 2,9 persen, hasil survei diklaim merepresentasikan sekitar 208 juta pemilih di Indonesia.

“Metodologi survei kami telah teruji, baik dalam survei nasional maupun quick count yang konsisten dengan hasil resmi KPU,” demikian Ardian.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya