Berita

Jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 10:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Indonesia menyatakan keprihatinan atas eskalasi konflik Yaman Selatan, yang semakin memanas sejak akhir Desember 2025. 

Melalui unggahan resmi di platform X pada Kamis, 8 Januari 2026, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan komitmen untuk mendorong penyelesaian damai.  

“Mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi secara konstruktif, menahan diri, dan mengedepankan dialog politik yang inklusif dan komprehensif dalam menyelesaikan perbedaan,” tulis Kemlu RI.  


Indonesia juga menyambut baik langkah diplomatik Kerajaan Arab Saudi yang berinisiatif memfasilitasi konferensi komprehensif di Riyadh. 

Forum tersebut diharapkan mempertemukan seluruh faksi di Yaman selatan untuk mencari solusi yang adil dan damai.  

“Indonesia menyambut baik upaya Kerajaan Arab Saudi untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi komprehensif di Riyadh yang akan mempertemukan seluruh faksi yang ada di Yaman selatan,” lanjut pernyataan itu.  

Konflik di Yaman selatan semakin memperlihatkan retaknya hubungan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam koalisi anti-Houthi. Serangan udara Saudi terhadap wilayah yang dikuasai Dewan Transisi Selatan (STC) menjadi tanda jelas bahwa poros Riyadh-Abu Dhabi tidak lagi sejalan. 

Ketegangan memuncak pada 2 Januari 2026 ketika serangan udara menghantam al-Khashaa di Hadramaut, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. Riyadh menuding wilayah itu sebagai jalur masuk pasokan senjata bagi STC, yang disebut berasal dari UEA.  

Situasi semakin rumit setelah Dewan Kepresidenan Yaman yang didukung Saudi mengeluarkan dekrit resmi memecat Pemimpin STC Aidarous al-Zubaidi karena diduga berkhianat dan melarikan diri. 

Intelijen Saudi mendeteksi pergerakan pasukan besar di bawah kendali Zubaidi dari Aden menuju Provinsi al-Dhale, sehingga jet tempur koalisi pada Rabu, 7 Januari 2026 melancarkan lebih dari 15 serangan udara yang menewaskan empat warga sipil.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya