Berita

Ilustrasi (RMOL/Artificial Intelligence)

Bisnis

Pergerakan Saham Wall Street Tertekan Sektor Keuangan

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak bervariasi di tengah kembali populernya saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Dikutip dari Reuters, Kamis, 8 Januari 2026, pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, indeks S&P 500 turun 0,34 persen ke level 6.920,93. Dow Jones Industrial Average juga melemah 0,94 persen ke 48.996,08. Sementara itu, Nasdaq justru menguat tipis 0,16 persen ke posisi 23.584,28.

Tekanan utama pasar datang dari sektor keuangan. Saham Blackstone dan Apollo Global Management masing-masing anjlok lebih dari 5 persen, sehingga mendorong indeks sektor keuangan S&P 500 turun 1,4 persen. Saham JPMorgan Chase juga terkoreksi 2,3 persen setelah rekomendasinya diturunkan oleh Wolfe Research.


Di sisi lain, saham teknologi kembali menunjukkan penguatan. Nvidia dan Microsoft naik sekitar 1 persen, sedangkan Alphabet melonjak lebih dari 2 persen seiring meningkatnya kembali minat investor terhadap saham-saham AI.

“Investor memasuki 2026 dengan pola yang sama seperti tahun lalu: membeli saham teknologi dan membiarkannya berjalan. Rumor bahwa reli AI telah berakhir ternyata tidak benar,” ujar CEO Longbow Asset Management, Jake Dollarhide.

Dari sisi ekonomi, data terbaru menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan di AS pada November turun lebih besar dari perkiraan. Laporan ADP juga mencatat pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta pada Desember lebih lemah dari ekspektasi. Meski demikian, data tersebut belum mengubah pandangan pasar terkait peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Selain faktor ekonomi, pelaku pasar turut mencermati perkembangan geopolitik, mulai dari penyitaan kapal tanker berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela oleh AS, hingga pernyataan Gedung Putih bahwa Presiden Donald Trump tengah membahas opsi untuk mengakuisisi Greenland.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya