Berita

Politikus senior Partai Demokrat, Andi Arief. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Pilkada Asimetris Bisa Jadi Alternatif

RABU, 07 JANUARI 2026 | 17:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terus digulirkan oleh sejumlah partai politik. Usulan ini mencuat seiring evaluasi terhadap efektivitas, biaya politik, serta tingkat partisipasi publik dalam Pilkada langsung.

Di tengah ramainya perdebatan tersebut, politisi senior Partai Demokrat, Andi Arief, mengatakan bahwa wacana Pilkada dengan mekanisme berbeda antardaerah pernah berkembang melalui konsep Pilkada asimetris.

Dalam skema asimetris, tidak semua daerah harus menerapkan satu mekanisme yang sama. Ada daerah yang tetap menjalankan Pilkada langsung oleh rakyat, sementara daerah lain bisa memilih kepala daerah melalui DPRD berdasarkan indikator tertentu.


“APBD di bawah Rp2 triliun, Pilkada DPRD. Daerah yang tingkat partisipasi pemilihnya di bawah 50 persen dalam dua kali Pilkada, Pilkada DPRD. Lainnya Pilkada langsung. Ini pernah berkembang sebagai Pilkada asimetris,” ujar Andi Arief lewat akun X miliknya, dan dikonfirmasi ulang redaksi, Rabu, 7 Januari 2026.

Pendekatan tersebut bertujuan menyesuaikan mekanisme Pilkada dengan kapasitas fiskal daerah serta kualitas partisipasi demokrasi masyarakat setempat. Dengan demikian, biaya politik yang besar tidak menjadi beban berlebihan, sementara legitimasi kepemimpinan tetap terjaga.

Meski demikian, Andi menegaskan hingga saat ini Partai Demokrat belum mengambil sikap resmi terkait wacana Pilkada melalui DPRD maupun penerapan skema asimetris tersebut.

Namun Andi menekankan, perbedaan pandangan Partai Demokrat dalam isu tertentu tidak akan mengubah sikap politik dasar partai. Demokrat, kata dia, tetap berkomitmen menjaga stabilitas pemerintahan dan mendukung agenda pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“"Yang jelas, Demokrat loyal pada konstitusi, loyal pada Presiden Prabowo, dan setia dengan koalisi,” tegasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya