Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Daftar Saham dalam Pantauan Radar BEI Hari Ini

RABU, 07 JANUARI 2026 | 09:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan sedang memantau secara intensif pola transaksi pada enam saham emiten karena terdeteksi adanya aktivitas perdagangan di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Langkah ini diambil otoritas bursa untuk menjaga transparansi dan perlindungan investor di pasar modal. Dikutip dai Indo Premier Sekuritas, bursa mencermati pergerakan saham-saham berikut ini: 

1. BIPI (PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk)
2. VINS (PT Victoria Insurance Tbk)

2. VINS (PT Victoria Insurance Tbk)
3. NICL (PT PAM Mineral Tbk)
4. NELY (PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk)
5. FORU (PT Fortune Indonesia Tbk)
6. GRPM (PT Graha Prima Mentari Tbk)

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan bahwa penetapan status UMA ini merupakan bentuk peringatan dini.

"Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa status UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," jelas Yulianto dalam keterangan resminya, dikutip redaksi di Jakarta Rabu 7 Januari 2026. 

Pemicu utama masuknya keenam emiten ini ke dalam pengawasan ketat BEI adalah lonjakan harga yang sangat agresif dalam kurun waktu hanya satu bulan. Berikut adalah rincian persentase kenaikan harga saham mereka:


Kelompok Kenaikan di Atas 70 Persen (High Volatility)

BIPI (PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk): Memimpin penguatan dengan lonjakan fantastis sebesar 83,5 persen.

GRPM (PT Graha Prima Mentari Tbk): Mengekor ketat dengan kenaikan sebesar 81,9 persen.

FORU (PT Fortune Indonesia Tbk): Mencatatkan pertumbuhan harga hingga 77,2 persen.

NICL (PT PAM Mineral Tbk): Tumbuh signifikan sebesar 71,1 persen.


Kelompok Kenaikan di Bawah 70 Persen

VINS (PT Victoria Insurance Tbk): Mengalami apresiasi harga sebesar 68,8 persen

NELY (PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk): Meski paling rendah di antara daftar ini, tetap mencatat kenaikan dua digit yang kuat sebesar 38,3 persen.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham-saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," jelas Yulianto.

Kemudian dengan pengumuman ini, maka para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, dan mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya.

Menyikapi volatilitas yang tidak biasa ini, BEI mengimbau para investor untuk tetap tenang namun waspada dengan melakukan langkah-langkah berikut:

1. Pantau Respons Emiten: Perhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi dari Bursa.
2. Cek Kinerja Fundamental: Selalu cermati keterbukaan informasi dan laporan kinerja terbaru dari emiten terkait.

3. Evaluasi Aksi Korporasi: Kaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan, terutama yang belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
4. Manajemen Risiko:Pertimbangkan segala potensi risiko sebelum mengambil keputusan jual atau beli di tengah fluktuasi harga yang tinggi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya