Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Saham Chip Melonjak Saat Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi

RABU, 07 JANUARI 2026 | 08:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Amerika Serikat (AS) mencatatkan pergerakan positif dipimpin oleh lonjakan saham-saham chip seiring kembali menguatnya optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI). 

Dikutip dari Reuters, Rabu 7 Januari 2026, pada penutupan perdagangan Selasa Dow Jones naik 0,99 persen ke level 49.462,08, mendekati ambang bersejarah 50.000 poin. S&P 500 menguat 0,62 persen ke 6.944,82, sementara Nasdaq naik 0,65 persen ke 23.547,17. 

Volume perdagangan tergolong tinggi, dengan sekitar 18,7 miliar saham berpindah tangan, di atas rata-rata harian 20 sesi sebelumnya. Penguatan pasar terutama ditopang saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor. 


Optimisme meningkat setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, memaparkan pengembangan teknologi AI dan penyimpanan data terbaru dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas. 

Saham perusahaan memori dan penyimpanan mencetak rekor baru: SanDisk melonjak lebih dari 27 persen, Western Digital naik 17 persen, Seagate menguat 14 persen, dan Micron Technology naik 10 persen. Indeks chip PHLX (.SOX) juga mencetak rekor, naik 2,75 persen dalam sehari dan telah menguat sekitar 8 persen sejak awal 2026.

Di sisi lain, saham sektor energi melemah setelah reli tajam sehari sebelumnya. Exxon Mobil turun 3,4 persen dan Chevron melemah 4,5 persen. 

Kekhawatiran juga muncul di saham perusahaan pendingin pusat data setelah komentar Jensen Huang mengenai efisiensi chip baru Nvidia, yang menekan Johnson Controls (turun 6,2 persen) dan Trane Technologies (turun 2,5 persen).

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya