Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

RABU, 07 JANUARI 2026 | 01:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pembangunan fasilitas Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi baru dimulai pada kuartal keempat 2026.

Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani usai menghadiri retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa malam, 6 Januari 2026. 

Rosan menjelaskan bahwa meski proses lelang tanah di Arab Saudi telah dimenangkan, pembangunan fisik Kampung Haji belum dimulai dalam waktu dekat.


“Enggak, untuk pembangunannya nanti rencana di kuartal keempat 2026,” ujar Rosan.

Ketika ditanya apakah fasilitas hotel yang telah dibeli untuk Kampung Haji bisa digunakan pada musim haji tahun ini, Rosan tidak menjawab dengan jelas.

Namun demikian, pemerintah telah mengamankan sejumlah aset pendukung di Arab Saudi.

“Yang sudah dibeli, sudah disurvei Kementerian Haji, yang sudah dibeli,” katanya singkat.

Keberhasilan pemerintah Indonesia memiliki Kampung Haji di Arab Saudi menjadi salah satu sorotan utama dalam retret Kabinet Merah Putih yang digelar di Hambalang. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di sela-sela kegiatan retret mengungkapkan keberhasilan Danantara memenangkan lelang tanah untuk pembangunan Kampung Haji RI di Arab Saudi. 

Selain itu, pemerintah melalui Danantara juga telah memiliki hotel di Arab Saudi yang akan diperuntukkan sebagai bagian dari kawasan Kampung Haji.

“Keberhasilan pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab. Jadi Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah,” ujar Prasetyo.

Menurut Prasetyo, kepemilikan aset tersebut merupakan hasil diplomasi intensif Presiden Prabowo Subianto dengan pemerintah Arab Saudi, yang bahkan mendorong perubahan kebijakan kepemilikan aset bagi negara asing.

“Ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden sehingga untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara bisa memiliki aset di Arab Saudi,” jelasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya