Berita

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Ade Kuswara Bungkam soal Setoran ke Mantan Kajari Kabupaten Bekasi

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 19:47 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang bungkam soal penyerahan uang Rp100 juta kepada mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman.

Sikap itu ditunjukkan Ade usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Ade diperiksa selama delapan jam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Januari 2026.

"Saya sekarang diperiksa menjadi saksi," kata Ade, Selasa malam, 6 Januari 2026.


Sebelumnya, Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, tim penyidik menduga ada aliran uang dari Bupati Bekasi dan ayahnya, HM Kunang alias Haji Kunang ke saksi Beni Saputra selaku mantan Sekretaris Dinas (Sekdis) Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkab Bekasi.

Dugaan aliran uang itu pun sudah didalami tim penyidik kepada Beni Saputra saat pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK pada Senin 5 Januari 2026.

"Ini (dugaan aliran uang ke Eddy Sumarman) masih didalami. Jadi aliran uang dari saudara ADK (Ade Kuswara Kunang) maupun HMK (HM Kunang) kepada saudara BS ini apakah berhenti di BS (Beni Saputra) saja atau kemudian mengalir kembali. Artinya apakah BS ini sebagai jangkar? Apakah ini uang-uang dari HMK maupun ADK ini mengalir kembali setelah dari BS atau berhenti di BS?" kata Budi kepada wartawan, Selasa 6 Januari 2026.

Ade Kuswara Bersama HM Kunang alias Haji Kunang selaku Kepala Desa Sukadami, dan Sarjan selaku swasta resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemkab Bekasi pada Sabtu, 20 Desember 2025 setelah terjaring OTT pada Kamis 18 Desember 2025.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya