Berita

Direktur Indonesia Future Studies, Gde Siriana Yusuf. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Ada Makna Rekonsiliasi di Balik Pernyataan Prabowo Dukung Pramono

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 19:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada makna tersirat yang terkandung dalam pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait posisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di luar Kabinet Merah Putih.

"Prabowo ingin menegaskan kalau PDIP itu oposisi konstitusional, bukan oposisi permanen," kata Direktur Indonesia Future Studies, Gde Siriana Yusuf kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa, 6 Januari 2026.

Menurutnya, pernyataan Prabowo yang lantang mendukung Pramono Anung sebagai Gubernur Jakarta meski PDIP di luar pemerintahan dimaknai sebagai narasi rekonsiliasi.


Dengan klaim mendukung Pramono, kata Gde, Prabowo memperlihatkan ingin mengutamakan kapasitas dan stabilitas, bukan sekadar koalisi semata.

"Maksudnya, boleh di luar kabinet, tapi jangan 'bakar jembatan' (pemerintahan). Ada ruang kerja sama isu-isu tertentu seperti APBN, legislasi, dan stabilitas yang dia jaga," lanjutnya.

"Secara singkat, Prabowo sedang berkata: 'Saya presiden semua pihak. PDIP boleh di luar, tapi bukan untuk dimusuhi. Politik nasional tegas, politik daerah fleksibel," tandasnya.

Dalam puncak peringatan Natal Nasional 2025, Presiden Prabowo menekankan pesan persatuan. Ia mencontohkan persatuan dalam bingkai pemerintahan yang tidak selalu dimaknai sebagai satu koalisi.

"Bersatu tidak berarti semua harus masuk pemerintah, tidak. PDIP boleh di luar, tapi kerja sama. Saya dukung Pramono jadi Gubernur DKI, betul," ujar Prabowo di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya