Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Setpres RI)

Bisnis

Gagal Capai Target Ekonomi 6 Persen Bisa Jadi Masalah Politik Serius

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 13:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Target pertumbuhan ekonomi 6 persen yang dicanangkan pemerintah berisiko gagal tercapai tahun ini dan dapat menimbulkan implikasi politik serius bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Jurnalis senior Hersubeno Arief mengatakan keyakinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal pertumbuhan ekonomi bertolak belakang dengan kondisi di lapangan.

“Optimisme Menkeu Purbaya berdiri berseberangan dengan fakta penting. Bahkan saat ekonomi global relatif relatif kondusif, Indonesia itu jarang menembus angka 6 persen secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir,” katanya dalam YouTube Hersubeno Point yang dikutip pada Selasa, 6 Januari 2026.


“Kalau target itu gagal, pertanyaan sekarang apa dampaknya bagi pemerintah Prabowo? Secara teknis melencengnya target pertumbuhan bukan kejahatan. Tapi secara politik ini menjadi persoalan serius,” tanbahnya.

Menurutnya, ekspektasi publik selama ini sudah terlanjur dinaikkan. Target 6 bahkan 8 persen merupakan janji implisit yang digaungkan Prabowo bahwa era baru pemerintahannya akan menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, lebih kuat, dan lebih tegas.

“Target 6 persen itu janji bahwa ekonomi akan tumbuh kuat, rakyat makmur, pengangguran turun. Tapi realitanya kan bertolak belakang dengan itu,” jelasnya.

Menurutnya, kegagalan mencapai target tersebut berpotensi menggerus narasi keberhasilan awal pemerintahan, terutama di tengah kebutuhan dana besar untuk berbagai program unggulan, mulai dari makan bergizi gratis, pangan, energi, hingga program prioritas lainnya.

Hal ini akan membuat ruang fiskal menjadi semakin sensitif. Menurutnya, Jika pertumbuhan ekonomi meleset sementara belanja tetap tinggi, tekanan defisit dikhawatirkan berubah menjadi isu politik, bukan lagi sekadar persoalan angka dalam APBN.

“Ini mungkin belum bisa disebut krisis, karena indikatornya belum ke sana. Tapi ekonomi yang memburuk lalu bertemu krisis politik, itu yang jauh lebih serius ya biasanya pemerintahan itu akan jatuh gitu,” tegasnya.

Meski demikian, ia menilai sejauh ini indikator pemerintahan Prabowo masih relatif terkendali jika dikelola dengan tepat.

Namun ia mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada optimisme berlebihan.

“Jangan selalu dengan optimisme. Kalau ekspektasi terlalu tinggi tapi realitas tidak ada, itu bisa memicu frustrasi publik dan berujung pada instabilitas,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya