Berita

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Fahira Idris:

Revitalisasi Kota Tua Layak Jadi PSN

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 12:50 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kawasan Kota Tua bukan hanya aset Jakarta, melainkan warisan sejarah dan identitas bangsa yang memiliki nilai strategis nasional sehingga layak mendapat perhatian dan dukungan negara secara menyeluruh.

Demikian pandangan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 6 Januari 2025.

Fahira mengaku mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mengusulkan Revitalisasi Kota Tua Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). 


“Mengusulkan revitalisasi Kota Tua sebagai PSN merupakan langkah visioner untuk memastikan kawasan bersejarah tersebut dikelola secara terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi bangsa," kata Fahira.

Fahira mengungkapkan, setidaknya ada lima alasan kuat mengapa Kota Tua Jakarta layak ditetapkan sebagai PSN. Pertama, Kota Tua memiliki nilai sejarah dan simbolik nasional.

Kedua, revitalisasi Kota Tua berdampak strategis bagi perekonomian nasional. Fahira Idris menegaskan bahwa kawasan heritage yang dikelola dengan baik terbukti mampu menjadi motor ekonomi kreatif dan pariwisata berkualitas. 

Ketiga, Kota Tua berperan penting dalam diplomasi budaya dan citra global Indonesia.
Fahira menilai Kota Tua dapat menjadi etalase Indonesia di mata dunia, sejajar dengan kawasan heritage kota-kota besar dunia. 

Keempat, revitalisasi Kota Tua harus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Fahira mengingatkan bahwa revitalisasi tidak boleh hanya berorientasi pada fisik dan estetika. 

Kelima, status PSN memperkuat tata kelola lintas sektor dan lintas lembaga. Menurut aktivis perempuan ini, revitalisasi Kota Tua membutuhkan koordinasi kuat antara pelestarian cagar budaya, penataan ruang, transportasi, pengendalian banjir dan rob, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya