Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Begini Saran untuk Presiden Prabowo Jika Ingin Membentuk Koalisi Permanen

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 11:55 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden Prabowo Subianto dinilai perlu mencermati sejumlah hal penting apabila ingin membentuk koalisi permanen dalam pemerintahannya ke depan.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai pembentukan koalisi permanen memang memiliki dampak positif bagi keberlanjutan pemerintahan Presiden Prabowo. Namun, menurutnya, ada beberapa aspek krusial yang tidak boleh diabaikan jika gagasan tersebut ingin direalisasikan.

“Koalisi permanen secara teoritis memang lebih berpeluang diwujudkan, tetapi hanya jika partai-partai yang terlibat memiliki cara pandang yang searah dan senafas dalam membangun kesepakatan,” ujar Efriza kepada RMOL, Selasa, 6 Januari 2026.


Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu menjelaskan, keselarasan tersebut terutama harus terjaga dalam berbagai isu strategis yang menjadi arah pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo.

“Kesamaan pandangan itu penting, khususnya dalam isu ideologis, kebijakan publik, hingga tata kelola kekuasaan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Efriza menegaskan bahwa kesamaan visi antarpartai menjadi kunci utama dalam membangun koalisi politik yang bersifat permanen dan stabil.

“Kesamaan visi akan meminimalkan friksi internal serta memudahkan konsistensi sikap dalam jangka panjang, sehingga koalisi tidak mudah goyah oleh perubahan situasi elektoral,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya