Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dow Jones Cetak Rekor Usai AS Menyerang Venezuela

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 08:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) menyambut positif aksi militer AS berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Investor menilai langkah Washington berpotensi membuka akses perusahaan AS ke cadangan minyak Venezuela yang merupakan terbesar di dunia.

Dikutip dari Reuters, Selasa 6 Januari, pada penutupan Senin indeks Dow Jones melonjak 1,23 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 48.977,18 poin. Sementara itu, S&P 500 naik 0,64 persen ke 6.902,05, dan Nasdaq menguat 0,69 persen ke 23.395,82. 

Lonjakan pasar terutama didorong oleh penguatan saham sektor keuangan dan energi, dengan volume perdagangan mencapai 19,1 miliar saham, jauh di atas rata-rata harian.


Investor bertaruh bahwa perubahan kepemimpinan di Venezuela akan memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika masuk dan meningkatkan produksi minyak. Pemerintahan Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu pekan ini dengan para eksekutif perusahaan minyak AS untuk membahas langkah tersebut.

Saham sektor energi langsung merespons positif. Indeks energi S&P 500 melonjak 2,7 persen, level tertinggi sejak Maret 2025. Saham raksasa minyak seperti Exxon Mobil dan Chevron mencatat kenaikan tajam.

Saham produsen persenjataan juga ikut menguat seiring aksi militer AS. Lockheed Martin dan General Dynamics naik, sementara indeks kedirgantaraan dan pertahanan S&P 500 mencetak rekor baru.

Menurut Rob Haworth, ahli strategi investasi senior di U.S. Bank Wealth Management, ekspektasi keuntungan menjadi faktor utama.
“Saham energi benar-benar diuntungkan oleh ekspektasi bahwa Presiden Trump ingin mendorong investasi yang lebih besar di Venezuela dan pada akhirnya menghasilkan lebih banyak keuntungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pasar tidak terlalu khawatir akan konflik berkepanjangan.

“Tidak adanya pengerahan pasukan secara permanen membuat pasar bisa mengesampingkan kekhawatiran keterlibatan militer jangka panjang,” kata Haworth.

Di sektor saham individual, Tesla naik 3,1 persen, mengakhiri penurunan tujuh hari berturut-turut. Sebaliknya, saham teknologi besar melemah, dengan Nvidia turun 0,4 persen dan Apple turun 1,4 persen.

Ke depan, fokus investor tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls) yang akan dirilis Jumat ini, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve pada 2026.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya