Berita

Presiden Prabowo Subianto di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo: MBG Sudah 55 Juta Penerima, Setara Kasih Makan Delapan Singapura

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 23:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. 

Angka tersebut, menurut Prabowo, setara dengan memberi makan delapan kali jumlah penduduk Singapura setiap hari.

“Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat Indonesia berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali Singapura. Tiap hari kita beri makan 55 juta mulut saudara-saudara,” kata Prabowo di Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.


Prabowo menyampaikan, program MBG mendapat perhatian serius dari komunitas internasional. Bahkan, para ahli dari Rockefeller Institute Amerika Serikat datang langsung ke Indonesia untuk meninjau pelaksanaan program tersebut.

“Ahli-ahli dari Amerika, Rockefeller Institute datang ke Indonesia lihat kita punya proyek dan menyampaikan kepada saya di Istana Merdeka. Ahli dari Rockefeller Institute dia mengatakan, ‘Ini adalah investasi anda yang terbaik’,” ujarnya.

Menurut Prabowo, para ahli tersebut menilai setiap satu rupiah investasi untuk program makan bergizi gratis akan menghasilkan dampak ekonomi yang berlipat.

“Satu rupiah investasi kepada makan bergizi gratis menurut Rockefeller Institute akan menghasilkan pelipatan nilai ekonomi lima kali sampai 35 kali,” ungkapnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa motivasi utama pemerintah menjalankan MBG bukan semata pertimbangan ekonomi, melainkan kepedulian terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia.

“Saya hanya didorong oleh tidak sampai hati saya melihat anak-anak Indonesia kurang gizi. Untuk mereka yang kaya, untuk mereka yang sudah mapan ya tidak penting, tapi untuk anak-anak di banyak daerah makan bergizi itu sangat-sangat penting,” tegasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16

Kuasai 51,57 Persen Hak Suara, Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Mayoritas Telkom

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03

Bank Raya Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Momentum Tahun Baru 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50

Investor di Asia Hati-hati Sikapi Gejolak Politik Global

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36

Rencana Prabowo Bangun 1.100 Kampung Nelayan Tahun 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28

Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Menlu AS akan Bertemu Pejabat Denmark Soal Akuisisi Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21

Pertama di Indonesia, BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13

Swasembada Harus Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11

Selengkapnya