Berita

Cuitan Dino Patti Djalal di platform X. (Tangkapan layar)

Politik

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, kembali melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terkait situasi di Venezuela.

Dalam pernyataannya, Dino menilai sikap Kemlu RI terlalu normatif dan menghindari penyebutan langsung Amerika Serikat (AS) dalam konteks dugaan pelanggaran hukum internasional.

“Saya heran membaca pernyataan @Kemlu_RI (terkait) Venezuela yang sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat. Sejak kapan kita sungkan/takut mengkritik kawan yg lakukan pelanggaran hukum internasional?” tulis Dino di akun pribadinya di X pada Senin, 5 Januari 2026.


Ia juga mempertanyakan sikap Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang hingga kini belum menyampaikan pandangan terbuka, padahal menurutnya posisi Indonesia sangat dinantikan dunia internasional.

“Kenapa Menlu @Menlu_RI Sugiono sampai sekarang tidak bersuara, padahal dunia menunggu pandangan Indonesia sebagai pemain Global South yang penting,” tegasnya.

Menurutnya, momentum ini seharusnya dimanfaatkan Indonesia untuk menunjukkan sikap tegas dan percaya diri dalam politik luar negeri, sebagaimana pernah dilakukan saat menentang invasi AS ke Irak.

“Ini momen Indonesia perlu percaya diri menunjukkan sikap, sama ketika kita dulu menentang invasi AS terhadap Iraq,” lanjutnya.

Ia menekankan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif bukan sekadar jargon, melainkan keberanian untuk berpendirian, termasuk terhadap negara mitra.

“Bebas aktif itu artinya BERANI berpendirian. Bermitra dgn AS, dan dengan negara manapun, tidak boleh menjadikan Indonesia negara penurut yang mengorbankan hal-hal yang prinsipil,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dino secara terbuka juga mengkritik kepemimpinan Sugiono selama satu tahun menjabat sebagai Menlu RI. Sugiono yang juga menjabat sebagai Sekjen Partai Gerindra itu dinilai kurang fokus dalam urusan diplomasi Indonesia.

Menurutnya, banyak diplomat kehilangan arahan strategis, rapat koordinasi para duta besar tertunda hampir setahun, dan banyak KBRI tidak mendapatkan panduan dari pusat.

“Kemlu is now very much in need of leadership. Idealnya Menlu Sugiono bisa full time mengurus Kemlu, tapi minimal 50 persen, dan kalau bisa 80 persen, alhamdulillah,” ujarnya.

Selain itu, Dino juga menekankan pentingnya komunikasi Menlu dengan publik. Selama setahun terakhir, Menlu disebut jarang memberikan policy speech atau wawancara terkait politik luar negeri.

“Sekarang ini kami sebagai konstituen hubungan internasional merasa Mengeluh Sugiono jauh sekali dari kami. Tidak komunikatif, tidak responsif, tidak aksesibel. Misalnya undangan terakhir dari berbagai ormas hubungan internasional kepada Menlu untuk berdialog dan menerima masukan dari mereka tidak pernah diladeni,” ujarnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya