Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores (Tangkapan layar siaran Indian Expres)

Dunia

Peran Politik dan Cinta Cilia Flores dalam Kekuasaan Nicolás Maduro di Venezuela

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketika Amerika Serikat (AS) mengumumkan penangkapan dan dakwaan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, satu nama lain ikut mencuat dan mengejutkan banyak pihak: Cilia Flores, sang istri.

Bagi sebagian orang, Flores mungkin hanya dikenal sebagai ibu negara. Namun sejatinya, ia adalah pasangan hidup sekaligus mitra politik paling penting bagi Maduro, sosok yang selama puluhan tahun berdiri di sisinya, baik dalam cinta maupun kekuasaan.

Dikutip dari The New York Times, Senin, 5 Januari 2026, kisah mereka bermula pada akhir 1990-an, ketika Maduro dan Flores sama-sama aktif sebagai anggota parlemen. Hubungan itu tumbuh seiring perjalanan politik keduanya, hingga akhirnya mereka menikah pada 2013 - tahun yang sama ketika Maduro resmi dilantik sebagai presiden, menyusul wafatnya Hugo Chávez.


Sejak saat itu, Flores tidak lagi sekadar berperan sebagai istri presiden. Ia dipandang sebagai pilar utama yang membantu Maduro mempertahankan kekuasaan di tengah krisis politik, tekanan internasional, dan gejolak dalam negeri. Banyak pengamat menilai, kekuatan Maduro tak bisa dilepaskan dari peran Flores.

Berlatar belakang sebagai pengacara dari keluarga kelas menengah bawah, Flores membangun pengaruhnya secara perlahan namun pasti. Kedekatannya dengan Hugo Chávez bermula sejak awal 1990-an, ketika Chávez dipenjara setelah upaya kudeta yang gagal. Dari sanalah Flores menapaki jalur politik chavismo dan menjelma menjadi figur sentral dalam lingkaran kekuasaan.

Usai Chávez meninggal dunia, Flores disebut memainkan peran krusial dalam mengokohkan posisi Maduro sebagai penerus. Ia membawa dukungan politik, jaringan loyalis, serta kendali institusional yang luas. Hubungan mereka bukan semata pernikahan, melainkan aliansi strategis yang saling menguatkan.

Di dalam lingkaran chavismo, Flores dikenal sebagai sosok yang disegani sekaligus ditakuti. Ia diyakini memiliki pengaruh besar terhadap lembaga peradilan dan penempatan pejabat-pejabat kunci. Banyak pihak menilai, keputusan-keputusan besar negara kerap tidak lepas dari restunya.

“Ia adalah figur yang sangat fundamental dalam korupsi di Venezuela, benar-benar fundamental, terutama dalam struktur kekuasaan,” kata Zair Mundaray, mantan jaksa senior di bawah pemerintahan Chávez dan Maduro. “Banyak orang menganggapnya jauh lebih cerdas dan licik dibandingkan Maduro sendiri,” ujarnya.

Flores sendiri pernah menyebut dirinya sebagai seorang “petarung”. Dalam sebuah wawancara pada 2013, ia membela keterlibatan keluarganya dalam pemerintahan dan menyatakan kebanggaannya atas peran tersebut. Meski tidak lagi memegang jabatan resmi sejak 2013, pengaruhnya di balik layar tetap sangat kuat.

Bagi Maduro, Flores bukan hanya istri, melainkan rekan seperjuangan yang membantunya bertahan di puncak kekuasaan. Namun kini, kemitraan yang selama ini menjadi sumber kekuatan itu juga berubah menjadi bagian dari kejatuhan mereka.

Dakwaan federal di Amerika Serikat menuduh Flores, bersama Maduro dan putra mereka, terlibat kerja sama dengan jaringan perdagangan narkoba. Tuduhan tersebut menandai babak baru yang kelam dalam kisah cinta dan kekuasaan pasangan paling berpengaruh di Venezuela.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya