Berita

Gedung KPK. (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

OTT Terus Berulang, Pengamat: Kita Rajin Padamkan Api

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 20:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terus dilakukan aparat penegak hukum menuai kritik. Pasalnya, OTT yang melibatkan pejabat hingga aparat hukum justru terkesan menjadi agenda rutin, sehingga menandakan kegagalan sistem pencegahan korupsi di Tanah Air.

Pengamat hukum dan politik, Dr. Pieter C. Zulkifli, menilai fenomena OTT, peradilan, dan kekuasaan bukanlah peristiwa terpisah, melainkan gejala krisis yang lebih dalam, yakni krisis integritas dan keberanian moral.

“Di negeri ini, operasi tangkap tangan sudah seperti agenda rutin. Hampir setiap tahun, bahkan hampir setiap bulan, selalu ada pejabat atau aparat penegak hukum yang kembali terjaring. Seolah korupsi adalah ritual tahunan,” kata Pieter Zulkifli kepada wartawan, Sabtu, 3 Januari 2025.


Mantan Ketua Komisi III DPR itu menyoroti pola yang nyaris selalu sama. Penangkapan dilakukan, konferensi pers digelar, janji pemberantasan disampaikan, lalu situasi kembali sunyi.

“Kita gaduh sesaat, lalu lupa. Korupsi pun berlanjut, seolah-olah negara ini rajin menangkap, tetapi malas mencegah,” ungkapnya.

Menurut Pieter, kondisi tersebut menegaskan bahwa persoalan hukum saat ini bukan lagi soal kurangnya aturan atau lemahnya lembaga, melainkan krisis karakter para pemegang kekuasaan.

Ia lantas menyinggung pernyataan Ketua Mahkamah Agung, Prof. Sunarto, yang menyebut percuma hakim pintar jika tidak takut kepada Tuhan. Pernyataan itu dinilai relevan di tengah krisis integritas peradilan.

“Indonesia tidak kekurangan orang cerdas di ruang-ruang kekuasaan. Yang langka adalah mereka yang berani berhenti sebelum melanggar batas," katanya.

Pieter menilai wajah peradilan Indonesia semakin paradoks. Di satu sisi, penindakan melalui OTT dan vonis terus berjalan. Namun, di sisi lain, kasus serupa terus bermunculan dari lembaga yang sama.

“Kita rajin memadamkan api, tetapi membiarkan gudang bensin tetap terbuka,” pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya