Berita

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira (RMOL/Faisal Aristama)

Politik

PDIP: Polisi Seharusnya Tak Sulit Ungkap Teror terhadap Konten Kreator dan Aktivis

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 11:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aparat penegak hukum dinilai seharusnya tidak mengalami kesulitan dalam mengungkap dan menangkap pelaku teror terhadap konten kreator maupun aktivis yang belakangan marak terjadi.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, kepada wartawan di Jakarta, pada Sabtu 3 Januari 2025. Ia menegaskan bahwa teror yang dialami para konten kreator dan aktivis merupakan upaya nyata untuk membungkam kebebasan berekspresi di ruang publik.

“Teror ini jelas bertujuan membungkam suara para influencer dan aktivis yang kritis. Negara melalui aparat keamanan harus hadir untuk melindungi, mengusut, dan menemukan siapa pelaku teror tersebut,” ujar Andreas.


Menurut Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu, dengan dukungan teknologi yang memadai serta kemampuan sumber daya manusia aparat penegak hukum saat ini, pengungkapan kasus teror semestinya bukan hal yang sulit.

“Dengan kelengkapan peralatan teknologi dan kemampuan personel aparat, seharusnya tidak sulit untuk mengusut dan membekuk para pelaku teror,” tegasnya.

Andreas menilai, pengusutan yang serius dan transparan sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat. Jika kasus-kasus teror dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan, menurutnya, situasi justru dapat berkembang menjadi isu adu domba.

“Kalau tidak diusut dan pelakunya tidak ditemukan, bisa muncul kecurigaan dan tudingan bahwa aparat berada di balik teror-teror tersebut. Ini tentu berbahaya bagi kepercayaan publik,” pungkasnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah konten kreator dan aktivis yang dikenal vokal menyampaikan kritik mengalami berbagai bentuk teror. Salah satunya dialami konten kreator Ramond Dony Adam alias DJ Donny. Rumahnya menjadi sasaran pelemparan bom molotov, serta menerima kiriman bangkai ayam yang telah dipotong-potong disertai pesan ancaman pembunuhan. Teror serupa juga dialami aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik.

Selain itu, pegiat media sosial Sherlya Annavita Rahmi menerima paket telur busuk, mobil pribadinya dicoret-coret, serta pesan intimidatif. Sebelumnya, pegiat media sosial Virdian juga mengalami teror setelah mobilnya dirusak oleh orang tak dikenal.

Bahkan jauh sebelumnya, jurnalis Tempo Francisca Christy Rosana atau Cica pernah menerima kiriman paket berisi kepala babi.

Atas peristiwa yang dialaminya, DJ Donny telah melaporkan kasus teror tersebut ke Polda Metro Jaya. Laporan itu tercatat dengan nomor register LP/B/9545/XII/2025/SPKT.

“Intimidasi berupa kiriman bangkai ayam sebenarnya tidak saya persoalkan. Tapi dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, CCTV merekam ada orang melempar molotov ke rumah saya. Untungnya api padam sebelum membesar,” ujar DJ Donny kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu 31 Desember 2025 lalu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya