Berita

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

PDIP: Teror ke Pegiat Medsos dan Aktivis Bentuk Kemunduran Demokrasi

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 19:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Teror teror yang menimpa aktivis lingkungan hingga para pegiat media sosial mencerminkan demokrasi Indonesia mengalami kemunduran. Hal ini kontradiktif dengan bangsa Indonesia yang selama ini mengklaim sebagai negara demokrasi. 

“Ini membuktikan terjadi kemunduran dalam peradaban politik kita,” kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 2 Januari 2026.

Hal ini ia tegaskan merespons peristiwa teror yang dialami sejumlah konten kreator dan aktivis yang dikenal vokal menyampaikan kritik. Salah satunya, konten kreator Ramond Dony Adam alias DJ Donny yang diteror bangkai ayam hingga pelemparan bom molotov ke rumahnya.


Nasib serupa dialami aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik dan pegiat media sosial Sherlya Annavita Rahmi yang menerima paket telur busuk, hingga mobil pribadinya dicoret-coret orang tak dikenal.

“Kita membanggakan diri menjadi negara demokrasi, di mana hak rakyat mengekspresikan pendapat dijamin oleh negara, rakyat diberikan haknya untuk menentukan siapa pemimpinnya. Sementara di lain pihak ada teror terhadap para influencer yang mengekspresikan suara rakyat,” sesal Andreas.

Andreas menegaskan, demokrasi seharusnya menjamin kebebasan warga negara dalam menyuarakan pendapat, termasuk melalui media sosial. 

“Teror ini tentu bertujuan untuk membungkam suara para influencer,” lanjutnya.

Maka dari itu, anak buah Megawati Soekarnoputri ini mendesak negara hadir secara tegas dalam melindungi warga serta mengusut tuntas kasus teror tersebut.

“Negara melalui para aparat keamanan harus hadir untuk melindungi, mengusut dan menemukan siapa pelaku teror tersebut. Ini penting dilakukan, karena kalau tidak diusut dan ditemukan bisa terjadi adu domba," pungkasnya.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya