Berita

Swiss berkabung nasional lima hari usai kebakaran di Malam Tahun Baru yang menewaskan 40 orang (Tangkapan layar siaran YouTube CNN News18)

Dunia

Swiss Tetapkan Berkabung Nasional Usai 40 Orang Tewas di Malam Tahun Baru

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Swiss menetapkan masa berkabung nasional selama lima hari setelah kebakaran besar melanda sebuah bar di resor ski Crans-Montana, Pegunungan Alpen. 

Insiden yang terjadi saat perayaan Tahun Baru itu menewaskan sekitar 40 orang dan melukai sedikitnya 115 lainnya. 

Presiden Swiss, Guy Parmelin, menggambarkan peristiwa ini sebagai salah satu kejadian paling traumatis dalam sejarah Swiss. Ia menyampaikan duka mendalam atas banyaknya korban, sebagian besar berusia muda.


“Ini adalah drama dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Parmelin, dikutip dari The Guardian, Jumat 2 Januari 2026.

Insiden mematikan ini bermula pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.30. Berdasarkan kesaksian di lapangan, api diduga dipicu oleh petasan atau kembang api yang dimasukkan ke dalam botol sampanye saat puncak pesta. Dalam sekejap, percikan api menyambar langit-langit bar dan merambat cepat ke area ruang bawah tanah yang sesak oleh ratusan pengunjung, mayoritas adalah remaja dan kaum muda.

Beberapa penyintas menggambarkan kepanikan luar biasa saat orang-orang berdesakan mencoba melarikan diri melalui tangga sempit menuju pintu keluar. Kepulan asap tebal dan kobaran api membuat banyak orang terjebak dan kehilangan kesadaran akibat menghirup asap.

Ulysse Brozzo, 16 tahun, instruktur ski setempat, mengatakan sejumlah temannya berada di dalam bar saat kebakaran terjadi. Ia menyebut beberapa korban masih belum ditemukan, sementara salah satu kenalannya dilaporkan koma di rumah sakit. “Ini benar-benar tragedi. Ada ratusan orang di dalam,” ujarnya.

Video yang diunggah para penyintas di media sosial menunjukkan api berkobar tepat di atas bar, sementara rekaman lain memperlihatkan kobaran api besar dari dalam gedung dan beberapa orang tergeletak tak bergerak di jalan.

Jaksa wilayah Valais, Beatrice Pilloud, menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Ia menegaskan masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah lilin, kembang api, atau faktor lain menjadi pemicu. Namun, ia mengonfirmasi bahwa tangga menuju ruang bawah tanah memang sangat sempit.

Kepala kepolisian Valais, Frederic Gisler, mengatakan polisi tiba di lokasi dua menit setelah menerima panggilan darurat. Status siaga merah segera diberlakukan, dengan pengerahan banyak tim pemadam, 42 ambulans, dan 13 helikopter. Fokus awal petugas adalah menyelamatkan korban dan mengevakuasi mereka ke berbagai rumah sakit.

Para korban luka dirawat di rumah sakit di Sion, Lausanne, Geneva, dan Zurich. Banyak di antaranya mengalami luka bakar serius dan gangguan paru-paru akibat asap. Rumah Sakit Universitas Lausanne merawat 22 pasien berusia 16 hingga 26 tahun, delapan di antaranya harus disadarkan kembali saat tiba di rumah sakit dan kini dirawat intensif.

Proses identifikasi korban menjadi tantangan berat bagi tim forensik, yang harus mengambil sampel DNA dari keluarga. Sejumlah korban diketahui merupakan wisatawan asing. Pemerintah Italia melaporkan 16 warganya hilang dan 12 lainnya luka-luka.

Crans-Montana adalah kota resor dengan sekitar 10.000 penduduk, terkenal sebagai tujuan wisata ski kelas atas. Namun Le Constellation dikenal sebagai bar sederhana yang populer di kalangan anak muda dan wisatawan. Tempat ini memiliki dua lantai, dengan klub malam di ruang bawah tanah yang diakses melalui tangga sempit.

Presiden wilayah Valais, Mathias Reynard, mengatakan momen yang seharusnya menjadi perayaan berubah menjadi mimpi buruk. Ia menegaskan seluruh wilayah sangat terguncang oleh tragedi ini dan mengimbau masyarakat berhati-hati.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya