Berita

Waketum Projo periode 2014-2019 Budianto Tarigan. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Mantan Waketum Projo:

Taufiq Kiemas Pernah Ingatkan soal Bibit, Bebet dan Bobot Jokowi

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 22:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Suami Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, mendiang Taufiq Kiemas dikenal sebagai politisi ulung yang sudah mengingatkan bahaya dari kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu diungkapkan Waketum Projo periode 2014-2019 Budianto Tarigan saat podcast Madilog bersama Margi Syarif dikutip dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Kamis, 1 Januari 2026.

“Bayangkan Bang TK (Taufiq Kiemas) pernah ngomong ke saya dan kawan-kawan GMNI, ‘Bud elo kenal kapan tuh Jokowi? (menirukan ucapan Taufiq Kiemas). Saya kaget kan! ‘Ngerti bibit, bebet, bobot gak?’ (menirukan lagi ucapan Taufiq Kiemas),” kata Budi.   


Saat itu dirinya hanya diam. Taufiq Kiemas ketika Pilkada DKI Jakarta 2012 mendukung Fauzi Bowo (Foke) dan dirinya saat itu sudah menjadi pendukung keras Jokowi.

“Jadi waktu itu Bang TK, ingatkan kita ya dengan caranya (soal Jokowi). Ternyata Bang TK udah meninggal, merasa berdosa saya sama Bang TK,” ungkapnya.

Ia pun mengakui insting politik Taufiq Kiemas sangat jitu. Awalnya, Budi mendukung Jokowi karena kepolosan dan masuk gorong-gorong, sehingga ia menganggap berbeda dengan pemimpin-pemimpin lainnya.

“Kenal seperti apa, kok mendukung berapi-api (menirukan kata Taufiq Kiemas). Nggak bisa jawab juga kita. Ya cuma karena kita percaya dan kepolosan. Saya percaya, dia masuk gorong-gorong, nah ini orang baik,” jelasnya.

Usai tersadar melihat 10 tahun kepemimpinan Jokowi dan kini dilanjutkan dengan oligarki yang mendapat kritik dari Slank sebagai Republik Fufufafa, Budi teringat betapa pentingnya pesan Taufiq Kiemas soal bibit, bebet, bobot dari seorang pemimpin.

“Saya masih percaya bahwa bibitt, bebet, dan bobot itu masih berpengaruh terhadap pilihan kita kepada pemimpin. Nggak bisa, di luar itu jangan dulu. bibit, bebet, bobot, itu penting,” tandasnya.
 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya