Berita

Logo KNPI.

Bisnis

2026 Tahun Penentuan, Pemerintah Harus Pastikan Bonus Demografi Tak Jadi Bom Waktu

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 18:37 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menilai tahun 2026 akan menjadi titik krusial yang menentukan arah perekonomian nasional menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, KNPI meminta pemerintah perlu memastikan momentum bonus demografi tidak berubah menjadi beban sosial.

KNPI menegaskan 2026 berada di jantung periode puncak bonus demografi, di mana proporsi penduduk usia produktif mencapai titik maksimal. Namun tanpa penciptaan lapangan kerja berkualitas, kondisi ini justru berpotensi memicu pengangguran struktural dan ketimpangan social. 

"Bonus demografi bukan jaminan. Jika di 2026 pengangguran terdidik masih tinggi dan kualitas pekerjaan rendah, itu pertanda kegagalan mengonversi potensi menjadi produktivitas," demikian pers rilis Refleksi Akhir Tahun 2025-Proyeksi Awal Tahun 2026 DPP KNPI dikutip redaksi, Kamis, 1 Januari 2025.


KNPI mengingatkan bahwa 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025-2029 yang akan menjadi ujian efektivitas pemerintahan baru dalam menjaga konsistensi reformasi ekonomi.

Selain faktor demografi ia menyoroti tekanan global seperti fragmentasi geopolitik, transisi energi, serta kebijakan ekonomi hijau dunia yang menuntut kesiapan industri nasional.

KNPI memiliki proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada di kisaran 5,2-5,5 persen, dengan kualitas pertumbuhan ditopang investasi dan industri pengolahan berbasis hilirisasi.

KNPI menegaskan capaian 2025 akan menjadi landasan penting untuk memastikan ekonomi nasional mampu melompat secara inklusif dan berkelanjutan pada 2026.

"2026 bukan masa depan yang jauh. Ia sedang kita bentuk hari ini melalui pilihan kebijakan yang diambil pemerintah," tulis keterangan pers yang ditandatangani Ketua Umum DPP KNPI Tantan Taufik Lubis dan Sekjen Ahmad Fauzan itu.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya