Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Pasar Modal Indonesia di 2025 Tembus 20 Juta Investor, Dominasi Lokal Kian Menguat

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 09:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melaporkan pencapaian bersejarah dalam industri keuangan tanah air. Hingga 29 Desember 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia telah menyentuh angka 20,32 juta single investor identification (SID). Angka ini menunjukkan lonjakan drastis sebesar 37 persen jika disandingkan dengan perolehan akhir tahun 2024 yang berjumlah 14,87 juta SID.

Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil konsolidasi menyeluruh dari berbagai instrumen investasi yang tercatat di KSEI, mulai dari saham dan reksa dana hingga surat utang.

“Pencapaian tersebut mencerminkan konsolidasi investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN) dan Efek lainnya yang tercatat di KSEI,” ujar Samsul di Jakarta, dikutip Kamis 1 Januari 2026. 


Peningkatan jumlah pemodal tersebar di hampir seluruh lini produk investasi. Saham dan efek lainnya naik 35 persen menjadi 8,59 juta investor. Reksa Dana melesat 37 persen hingga mencapai 19,17 juta investor. Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh 18 persen menjadi 1,41 juta investor.

Secara akumulatif, penambahan investor sepanjang 2025 mencapai 5,35 juta orang, sebuah rekor yang hampir dua kali lipat lebih tinggi dari pertumbuhan tahun sebelumnya. 

Dari sisi geografis, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan pertumbuhan SID tercepat (50,71 persen), sementara Sulawesi Barat memimpin dalam hal kenaikan nilai aset (132,87 persen).

Demografi pasar modal saat ini didominasi oleh generasi muda, di mana 52,59 persen investor berusia di bawah 30 tahun. Mayoritas adalah laki-laki (66,35 persen) dengan latar belakang pekerjaan sebagai pegawai (66,2 persen). 

Dari sisi ekonomi, kelompok berpenghasilan Rp10 juta hingga Rp100 juta per bulan menjadi pilar utama dengan porsi 57,29 persen.

Kemandirian pasar modal nasional juga semakin terlihat dari dominasi investor domestik yang mencapai 99,78 persen. Penguatan ini diikuti dengan total aset yang tersimpan di KSEI yang melonjak 27 persen menjadi Rp10.438 triliun per 24 Desember 2025. Sejalan dengan itu, dana kelolaan reksa dana (AUM) ikut terkerek naik 23 persen menjadi Rp996 triliun.

Menatap tahun 2026, KSEI telah menyiapkan peta jalan strategis yang menitikberatkan pada penguatan infrastruktur digital dan keamanan siber. Pembaruan sistem utama seperti C-BEST, S-INVEST, dan eASY.KSEI menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan pasar.

Samsul menambahkan bahwa KSEI tengah mengkaji infrastruktur International Central Securities Depository (ICSD) Linkage serta pengembangan omnibus settlement guna menyelaraskan proses transaksi dengan standar global.

Guna memperluas jejaring internasional, sepanjang tahun 2025 KSEI juga telah meresmikan kerja sama strategis dengan lembaga kustodian mancanegara.

“KSEI di sepanjang 2025 menambah jejaring kerjasama dengan menandatangani nota kesepahaman bersama National Settlement Depository (NSD) Rusia pada Mei 2025 dan Kazakhstan Central Securities Depository (KCSD) pada September 2025,” pungkas Samsul.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya