Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Trio Utama Wall Street Tutup 2025 di Zona Merah

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan pelemahan, seiring investor mengambil untung setelah melalui tahun yang penuh gejolak. 

Dikutip dari Reuters, 1 Januari 2026, pada penutupan perdagangan Rabu, indeks Dow Jones turun 303,77 poin atau 0,63 persen ke level 48.063,29. Indeks S&P 500 melemah 0,74 persen ke 6.845,50, sementara Nasdaq Composite turun 0,76 persen ke 23.241,99. Meski turun di hari terakhir, ketiga indeks utama AS tetap mencatatkan kinerja tahunan yang solid sepanjang 2025.

Penurunan ringan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang tipis menjelang pergantian tahun. Investor terlihat berhati-hati sambil mengamankan keuntungan setelah pasar melewati 12 bulan penuh volatilitas, dipengaruhi gejolak geopolitik, kebijakan tarif, dan euforia kecerdasan buatan (AI).


“Itu tahun yang cukup melelahkan jika dilihat ke belakang. Rasanya Hari Pembebasan seperti sudah terjadi sangat lama,” ujar Chief Investment Officer Horizon, Scott Ladner, merujuk pada pengumuman kebijakan tarif besar-besaran Presiden AS Donald Trump pada April lalu. 

“Sulit menemukan kelas aset yang berkinerja buruk, kecuali Dolar AS," tambahnya.

Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang AS naik setelah data klaim pengangguran menunjukkan penurunan tak terduga. Yield obligasi AS tenor 10 tahun naik ke 4,163 persen. Di sisi lain, Dolar AS mencatatkan penurunan tahunan terbesar sejak 2017, tertekan oleh pemangkasan suku bunga, kekhawatiran fiskal, dan kebijakan tarif yang berubah-ubah.

Memasuki 2026, perhatian investor akan tertuju pada arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve, terutama menjelang berakhirnya masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell, serta bagaimana adopsi teknologi AI mulai benar-benar dimanfaatkan di sektor riil ekonomi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya