Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Politik

Purbaya Ngaku Tak Bisa Tidur Gegara Pantau APBN

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 01:03 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku merasakan tekanan dalam memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap aman.

Purbaya bahkan mengaku sempat tidak bisa tidur lantaran terus memantau pergerakan penerimaan negara hingga detik-detik terakhir.

"Was-was. Karena angkanya geser terus nih sampai malam nih. Ya hanya detik-detik ini banyak uang masuk juga. Baru tahu saya. Saya pikir kalau Menteri Keuangan 31 Desember udah tenang. Rupanya belum tuh," ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu 31 Desember 2025.


Ia menambahkan kekhawatiran terbesar muncul pada malam terakhir sebelum tutup buku APBN.

"Semalamnya saya nggak bisa tidur. Uangnya masuk nggak ya?" kata Purbaya.

Purbaya menjelaskan, sesuai Undang-Undang Keuangan Negara, defisit APBN dibatasi maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Karena itu, pemerintah harus mengawasi secara ketat keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara.

Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat lonjakan pengeluaran yang bersifat mendadak. Sementara itu, penerimaan negara masih menunjukkan perkembangan sesuai proyeksi.

"Sampai sekarang nggak ada pengeluaran yang besar tiba-tiba," kata Purbaya.

Purbaya memperkirakan defisit APBN 2025 akan melebar meski masih dalam kisaran 2,7 hingga 2,8 persen terhadap PDB. Ia menegaskan pemerintah akan terus memantau kinerja APBN hingga tutup kas pada pukul 24.00 WIB.

"Realisasi APBN 2025 rencananya akan disampaikan dalam konferensi pers minggu depan," pungkas Purbaya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya