Berita

Pengamat Connie Rahakundini Bakrie (Foto: Dokumen Pribadi)

Politik

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

RABU, 31 DESEMBER 2025 | 13:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pengamat militer Connie Rahakundini menilai penggunaan istilah sabotase oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam konteks bencana perlu disikapi dengan sangat hati-hati. 

Menurut Connie, diksi tersebut tidak netral dan berpotensi membentuk framing ancaman yang keliru di tengah krisis kemanusiaan.

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sabotase dimaknai sebagai perusakan yang disengaja terhadap kepentingan negara. Sementara dalam konteks politik, istilah tersebut kerap diasosiasikan dengan aksi musuh atau pemberontakan.


"Maka ketika kata ini diucapkan oleh pejabat militer aktif di ruang publik, ia tidak lagi netral, melainkan membentuk framing ancaman,” kata Connie kepada RMOL, Rabu, 31 Desember 2025.

Connie mengingatkan bahwa bencana alam bukan ruang untuk framing keamanan yang berlebihan. Menurutnya, situasi darurat justru menuntut pendekatan kemanusiaan yang cepat, presisi, dan empatik. 

"Jika bencana adalah perang sesungguhnya, maka perang itu bukan melawan “penyabot”, melainkan melawan waktu, alam, dan penderitaan rakyat. Kerusakan, kegagalan teknis, atau keterlambatan dalam kondisi darurat adalah hal yang bisa terjadi di lapangan yang ekstrem,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kekhawatiran bahwa penggunaan istilah sabotase dapat memperkuat narasi lama yang sensitif, termasuk simbol-simbol seperti bendera bulan bintang yang selama ini masih dilihat sebagian kalangan sebagai bendera pemberontak. 

“Karena itu, bahasa pejabat negara setingkat Jendral harus dikelola dengan kecermatan tinggi,” tegas Connie.

Lebih jauh, Connie membandingkan kepemimpinan dalam situasi krisis dengan teladan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Menurutnya, kepemimpinan sejati diukur dari keberpihakan total kepada rakyat. 

“Bagi Jendral seperti Panglima Sudirman, perang dimenangkan oleh kepemimpinan moral dan keberpihakan total pada rakyat, bukan oleh narasi tudingan di tengah krisis kemanusiaan,” ucapnya.

Connie menegaskan bahwa dalam bencana, bahasa negara seharusnya menenangkan, menyatukan, dan menggerakkan kerja lintas institusi. 

“Harusnya KASAD paham ketegasan negara dalam bencana diukur dari kerja, bukan dari kata-kata. Rakyat tidak membutuhkan istilah yang keras, tetapi kehadiran negara yang nyata, cepat, dan berpihak,” jelasnya. 

Dalam konferensi pers di Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 29 Desember 2025, KSAD mengecam keras tindakan sabotase pembongkaran baut-baut pada jembatan bailey Sumatera oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Dalam kondisi kompak pun, ini masih ada orang yang berusaha mensabotase jembatan bailey kita. Dua hari yang lalu baut-bautnya dibongkar. Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini,” ujarnya KSAD.

KSAD juga mengaku sangat prihatin dan memikirkan dampak dari tindakan tersebut terhadap keselamatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa bukti-bukti sabotase telah didokumentasikan.

“Terus terang saja, saya semalam tidak bisa tidur memikirkan ini. Bukti-bukti nyata sudah ada, kasihan masyarakat korban. Jangan lagi sampai jiwanya menjadi korban,” kata dia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya