Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Pekerja Sektor Teknologi Israel Mulai Eksodus Akibat Perang

SENIN, 29 DESEMBER 2025 | 13:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor teknologi Israel mulai merasakan dampak dari konflik berkepanjangan dengan kelompok Hamas. 

Laporan terbaru Asosiasi Industri Teknologi Canggih Israel (Israel Advanced Technology Industries Association/IATI), menunjukkan semakin banyak pekerja teknologi Israel yang meminta dipindahkan ke luar negeri, terutama mereka yang bekerja di perusahaan multinasional yang beroperasi di Israel.

Berdasarkan laporan IATI, sebanyak 53 persen perusahaan menyatakan terjadi peningkatan permintaan relokasi dari karyawan Israel selama setahun terakhir. Tren ini muncul sebagai respons atas perang yang berlangsung hampir dua tahun dan dinilai berpotensi merugikan mesin inovasi serta posisi Israel sebagai pemimpin teknologi global.


Sektor teknologi sendiri memiliki peran besar bagi ekonomi Israel. Industri ini menyumbang sekitar 20 persen Produk Domestik Bruto (PDB), 15 persen lapangan kerja, dan lebih dari 50 perssn5 total ekspor nasional. Ratusan perusahaan multinasional besar beroperasi di Israel, termasuk Microsoft, Intel, Nvidia, Amazon, Meta, dan Apple.

Dalam laporan tahunannya, IATI juga mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan multinasional mulai mempertimbangkan untuk memindahkan investasi dan sebagian aktivitas mereka ke negara lain. Salah satu alasannya adalah gangguan rantai pasok selama perang. 

“Dalam beberapa kasus, perusahaan menemukan alternatif di luar Israel yang terbukti efisien, sehingga ada risiko aktivitas tersebut tidak sepenuhnya kembali,” kata laporan tersebut, dikutip dari Reuters, Senin 29 Desember 2025.

Selain itu, permintaan relokasi juga meningkat di kalangan eksekutif senior dan keluarga mereka, dengan semakin banyak karyawan yang melamar posisi kerja di luar Israel. Meski demikian, IATI menilai banyak perusahaan global masih memandang ekosistem teknologi Israel dengan perspektif jangka panjang.

Laporan tersebut mencatat, 57 persen perusahaan berhasil menjaga aktivitas bisnis tetap stabil selama konflik, sementara 21 persen bahkan memperluas operasinya di Israel. Angka ini menunjukkan masih adanya kepercayaan terhadap ekosistem teknologi lokal, meskipun situasi geopolitik penuh ketidakpastian.

Namun, sekitar 22 persen perusahaan mengaku aktivitas bisnis mereka terdampak negatif oleh perang yang dimulai pada 7 Oktober 2023 akibat serangan Hamas ke Israel, dan baru berakhir dua bulan lalu setelah tercapai gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat. 

CEO dan Presiden IATI, Karin Mayer Rubinstein, menegaskan bahwa industri teknologi Israel tetap tangguh. “Bahkan di tengah perang yang sulit, industri teknologi tinggi Israel kembali membuktikan ketahanannya serta kemampuannya memimpin inovasi dan kreativitas,” ujarnya.

Meski demikian, IATI mengingatkan bahwa tanpa langkah aktif pemerintah untuk menciptakan stabilitas regulasi dan geopolitik, ada kekhawatiran akan terjadi pengikisan perlahan terhadap stabilitas ekosistem teknologi Israel di masa depan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya