Berita

Romo Mudji meninggal dunia (Dokumentasi dari akun Instagram @jesuitindonesia)

Nusantara

Menghantar Kepergian Romo Mudji: Persemayaman dan Doa di Kolese Kanisius

SENIN, 29 DESEMBER 2025 | 07:33 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Dunia rohani dan kebudayaan Indonesia sedang berduka. Rohaniawan sekaligus budayawan terkemuka, Romo Fransiscus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ, wafat pada usia 71 tahun di RS Carolus, Jakarta Pusat, Minggu malam 28 Desember 2025.

Bagi umat, kerabat, dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir, berikut adalah jadwal lengkap persemayaman dan ibadah doa.

Jenazah Romo Mudji Sutrisno akan disemayamkan di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat, mulai Senin pagi, 29 Desember 2025.


Misa Requiem (Misa Arwah) untuk mendoakan perjalanan pulang Romo Mudji ke rumah Tuhan akan diselenggarakan sebanyak dua kali di lokasi persemayaman.

Misa Requiem I: Senin, 29 Desember 2025, pukul 19.00 WIB, dan Misa Requiem II: Selasa, 30 Desember 2025, pukul 19.00 WIB, di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat.

Setelah rangkaian doa di Jakarta selesai, jenazah rencananya akan diberangkatkan menuju tempat peristirahatannya yang terakhir di Taman Maria Ratu Damai, Girisonta, Semarang, Jawa Tengah.

Kepergian sosok yang lahir di Solo, 12 Agustus 1954 ini meninggalkan celah besar bagi Gereja Katolik dan dunia akademik. Selama masa hidupnya, Romo Mudji dikenal sebagai pemikir ulung yang menjembatani filsafat, seni, dan kemanusiaan.

Beliau bukan hanya seorang imam Jesuit, melainkan juga seorang penulis produktif dan pelukis sketsa yang tajam. 

Karya-karyanya seperti kumpulan puisi Sunyi Yang Berbisik (2020) dan pameran sketsa Arupadhatu di Borobudur menjadi bukti nyata bagaimana beliau melihat Tuhan melalui keindahan budaya dan kedalaman sunyi.

Dedikasinya dalam merefleksikan dialog antara iman dan kehidupan sosial akan terus menjadi warisan berharga bagi bangsa Indonesia.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya