Berita

Kota di Guinea (Foto: AA)

Dunia

Guinea Tutup Perbatasan dan Jalan Raya Jelang Pilpres Perdana

MINGGU, 28 DESEMBER 2025 | 16:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Guinea memberlakukan penutupan sementara seluruh perbatasan negara serta pembatasan pergerakan kendaraan di jalan raya menjelang pemilihan presiden pertama sejak kudeta militer 2021. 

Langkah tersebut diambil untuk memperketat keamanan selama pemungutan suara yang digelar pada Minggu, 28 Desember 2025. 

Dalam dekret pemerintah yang dikeluarkan Kementerian Administrasi Teritorial dan Desentralisasi, disebutkan bahwa kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi pemilih, kandidat, petugas pemilu, serta distribusi logistik pemilihan umum.


“Guinea menutup sementara perbatasannya dan memberlakukan pembatasan pergerakan kendaraan di seluruh negeri sebagai bagian dari serangkaian langkah yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan pada hari Minggu selama pemilihan presiden pertamanya sejak kudeta tahun 2021,” demikian pernyataan pemerintah, seperti dikutip dari Anadolu News.

Seluruh perbatasan darat dan laut Guinea ditutup selama 24 jam hingga tengah malam setelah pemungutan suara selesai. Sementara itu, wilayah udara nasional ditutup mulai pukul 05.00 hingga 20.00 waktu setempat.

Pemerintah juga melarang aktivitas tertentu pada hari pemungutan suara. Dari pukul 06.00 hingga 18.00, masyarakat dilarang melakukan perkumpulan tanpa izin di sekitar tempat pemungutan suara, membawa senjata termasuk senjata api legal, serta kegiatan apa pun yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Mulai pukul 6 pagi hingga 6 sore pada hari Minggu, perkumpulan tanpa izin di dekat tempat pemungutan suara, membawa senjata, termasuk senjata api yang dimiliki secara sah, dan aktivitas apa pun yang dianggap berpotensi mengganggu ketertiban umum akan dilarang," bunyi ketentuan tersebut.

Selain itu, seluruh pergerakan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, dilarang selama jam pemungutan suara. 

Namun, pengecualian diberikan kepada aparat keamanan, penyelenggara pemilu, lembaga pemantau nasional ONASUR, ambulans, serta kendaraan darurat lainnya. Pemerintah juga membuka kemungkinan pemberian izin khusus dalam kondisi tertentu.

Kebijakan pengamanan ini diberlakukan di tengah persiapan lebih dari 6,7 juta pemilih terdaftar yang akan memilih di antara sembilan kandidat presiden. 

Salah satu kandidat adalah Presiden Transisi Jenderal Mamady Doumbouya, yang memimpin Guinea sejak kudeta militer empat tahun lalu.

Pemilu ini menandai berakhirnya masa transisi selama empat tahun setelah kudeta yang menggulingkan Presiden Alpha Conde. Jalan bagi Doumbouya untuk maju sebagai kandidat dibuka setelah konstitusi baru disahkan pada September lalu, meski sebelumnya ia berjanji tidak akan mencalonkan diri.

Proses pemilu ini menuai kritik karena sejumlah tokoh oposisi utama, termasuk mantan Perdana Menteri Cellou Dalein Diallo, tidak dapat berpartisipasi dan sebagian masih berada di pengasingan.

Sementara itu, pemantau internasional dari Uni Afrika dan Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) telah diterjunkan untuk mengawasi jalannya pemungutan suara.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya